Selain materi teknis mengenai hilirisasi dan pengolahan produk, peserta juga dibekali wawasan tentang akses pembiayaan usaha. Narasumber dari PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Cabang Semarang, Aziz Junaidi, memberikan paparan mengenai berbagai skema pembiayaan yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk mengembangkan skala bisnis. I
a menekankan pentingnya kesiapan internal, seperti pengelolaan keuangan yang rapi, kepemilikan legalitas usaha, serta penyusunan rencana bisnis yang matang sebelum mengajukan pinjaman modal.
“Kami berharap petani dan pelaku UMKM tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi, tetapi juga memiliki akses terhadap sumber pendanaan yang dapat memperkuat dan mempertahankan keberlanjutan usaha mereka,” pungkas Aziz.
Baca Juga:Kades Pidodo Kulon Sampaikan Aspirasi Perbaikan Tanggul Bodri ke Bupati KendalPetani Kendal Temukan Jasad Pria di Kebun Jati Perhutani Tersono Batang
Dengan rangkaian program yang komprehensif tersebut, IPB University dan para mitranya optimistis bahwa hilirisasi komoditas unggulan di Batang akan menjadi motor penggerak ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat pedesaan. (red/sef)
