BATANG, RADARPEKALONGAN.ID – Institut Pertanian Bogor (IPB) University terus memperkuat peran akademiknya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal. Kali ini, kampus ternama tersebut menginisiasi pengembangan industri pedesaan di Kabupaten Batang melalui program hilirisasi komoditas unggulan, yang bertujuan mengubah hasil pertanian mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi.
Upaya strategis tersebut diwujudkan dalam bentuk pelatihan bertajuk “Pengembangan Industri Pedesaan Berbasis Potensi Lokal Kabupaten Batang, Jawa Tengah”. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Selasa dan Rabu (4-5/8/2026), diselenggarakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Cakrawangsa Indonesia Mulia, Kecamatan Reban, melalui kerja sama antara program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) IPB dengan BLKK Cakrawangsa Indonesia Mulia Foundation.
Pelatihan ini menghadirkan Dosen Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB, Dr. Ir. Sri Mulatsih, M.Sc.Agr., sebagai pemateri utama. Ia memperkenalkan konsep hilirisasi sebagai instrumen kunci untuk meningkatkan daya saing sektor pertanian di tengah dinamika ekonomi global.
Baca Juga:Kades Pidodo Kulon Sampaikan Aspirasi Perbaikan Tanggul Bodri ke Bupati KendalPetani Kendal Temukan Jasad Pria di Kebun Jati Perhutani Tersono Batang
Menurutnya, hilirisasi tidak cukup berhenti pada pengolahan hasil panen menjadi barang jadi, melainkan mencakup inovasi produk, standardisasi mutu, teknik pengemasan, strategi pemasaran, hingga perluasan akses pasar.
“Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal sekaligus memperkuat posisi petani dalam rantai pasok industri pedesaan,” jelas Sri Mulatsih di hadapan para peserta yang terdiri atas petani dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.
Sementara itu, Kepala Divisi Pengembangan Kerja Sama Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Perdesaan (PSP3) IPB, Caswiyono Rusydie Cakrawangsa, menyampaikan bahwa program Dospulkam tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi juga melakukan pendampingan serta transfer teknologi dan inovasi secara berkelanjutan. Pendekatan ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara potensi sumber daya pedesaan dengan kebutuhan industri besar yang tengah berkembang pesat di Batang.
“Kami ingin mendorong industrialisasi berbasis desa agar masyarakat lokal tidak sekadar menjadi penonton di daerahnya sendiri, tetapi juga pelaku utama dalam rantai ekonomi yang lebih luas,” ujar Caswiyono yang merupakan putra asli Batang dan sedang menempuh program doktoral di IPB.
