Tak hanya upaya pencegahan, Polresta Batang juga berkomitmen menindak tegas pelaku pembakaran hutan dan lahan secara sengaja. “Tindak siapa pun yang terbukti melakukan pembakaran sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Ini penting untuk memberikan efek jera,” tandasnya.
Setelah apel, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan kendaraan dan perlengkapan pemadaman, kemudian seluruh peserta mengikuti simulasi pemadaman karhutla di area Mapolresta Batang. Latihan ini bertujuan membekali personel dengan keterampilan teknis dalam menghadapi kondisi darurat di lapangan.
Melalui apel siaga ini, diharapkan seluruh komponen yang terlibat semakin matang dan solid dalam menghadapi potensi karhutla selama musim kemarau 2026. Dengan kesiapsiagaan yang terukur, dampak kebakaran terhadap kawasan hutan, lahan pertanian, serta aktivitas masyarakat dapat ditekan seminimal mungkin. (fel)
