150 Personel Gabungan Dikerahkan Polresta Batang Hadapi Karhutla 2026

150 Personel Gabungan Dikerahkan Polresta Batang Hadapi Karhutla 2026
M. DHIA THUFAIL. APEL SIAGA - Sejumlah personil gabungan saat mengikuti gelaran Apel Siaga Karhutla 2026 di halaman Mapolresta Batang, Selasa (4/8).
0 Komentar

BATANG, RADARPEKALONGAN.ID – Menghadapi puncak musim kemarau yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Polresta Batang bersama jajaran pemerintah daerah, TNI, dan berbagai instansi terkait menggelar Apel Siaga Karhutla 2026.

Kegiatan yang berlangsung di halaman Mapolresta Batang pada Selasa (4/8/2026) itu mengerahkan 150 personel gabungan sebagai bentuk kesiapsiagaan dini.

Apel dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wakapolresta Batang, Kompol Indra Hartono, yang mewakili Kapolresta Batang. Selain menjadi seremoni tahunan, apel ini juga dimanfaatkan untuk mengecek kesiapan peralatan, kendaraan operasional, serta mematangkan skema koordinasi antarinstitusi dalam menghadapi potensi kebakaran.

Baca Juga:Baru 1 Jam Beraksi, Pelaku Curanmor di Wiradesa Ditangkap di BatangKendal Siapkan Payung Hukum Petasol dan Tambah Lima Mesin Pirolisis

Kegiatan tersebut diikuti oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Batang, Kodim 0736/Batang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Perum Perhutani, pengelola jalan tol, serta Asosiasi Petani Tebu.

Adapun personel yang dikerahkan dalam apel siaga ini terdiri atas satu pleton dari Kodim 0736/Batang, anggota Polresta Batang, Satlantas, Satpol PP, Damkar, relawan BPBD, serta petugas dari Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Batang.

Dalam amanatnya, Kompol Indra Hartono menyampaikan bahwa kunci utama pencegahan karhutla terletak pada kemampuan deteksi dini dan pemetaan titik rawan kebakaran (hotspot). Ia meminta seluruh elemen untuk mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa, dan petugas di lapangan agar setiap informasi mengenai munculnya titik api dapat segera direspons.

“Tingkatkan deteksi dini dan pemetaan hotspot. Libatkan seluruh unsur di tingkat desa. Setiap informasi sekecil apa pun harus segera ditindaklanjuti,” ujar Kompol Indra dalam arahannya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antarinstitusi. Menurutnya, keberhasilan penanganan karhutla tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi erat antara TNI, Polri, BPBD, Perhutani, Damkar, Satpol PP, serta pemerintah desa dan masyarakat.

Di sisi lain, upaya preventif juga terus digalakkan melalui edukasi kepada masyarakat, terutama petani, agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Sosialisasi mengenai bahaya dan dampak karhutla secara berkelanjutan dinilai penting untuk menumbuhkan kesadaran kolektif.

Kompol Indra juga menegaskan bahwa seluruh sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran, seperti kendaraan operasional, pompa air, dan perlengkapan pemadam, harus selalu dalam kondisi prima dan siap digunakan sewaktu-waktu.

0 Komentar