Partisipasi PAUD Kota Pekalongan Tembus 100 Persen, Biaya Terjangkau Jadi Kunci

Partisipasi PAUD Kota Pekalongan Tembus 100 Persen, Biaya Terjangkau Jadi Kunci
ISTIMEWA. TINJAU - Bunda PAUD Kota Pekalongan, Inggit Soraya meninjau proses pembelajaran di PAUD.
0 Komentar

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID – Tingkat partisipasi masyarakat terhadap Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Pekalongan menunjukkan pencapaian sempurna. Berdasarkan Rapor Pendidikan, seluruh anak berusia 5 hingga 6 tahun di wilayah tersebut telah tercatat sebagai peserta didik PAUD, menandakan kesadaran kolektif yang tinggi akan pentingnya pendidikan sejak dini.

Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Sherly Imandha, mengungkapkan bahwa meskipun jumlah peserta didik secara keseluruhan mengalami pasang surut, capaian partisipasi justru berada pada titik ideal. Fluktuasi tersebut, menurutnya, sangat bergantung pada dinamika demografi jumlah anak usia 2–6 tahun di masing-masing wilayah.

“Memang masih fluktuatif, ada lembaga yang jumlah siswanya tetap, ada yang turun, ada pula yang naik. Tapi perubahannya tidak signifikan. Jika jumlah anak usia dini di Kota Pekalongan berkurang, otomatis peserta didik di satuan PAUD juga ikut menurun,” jelas Sherly saat ditemui di kantornya, Senin (10/8/2026).

Baca Juga:Pemkab Pekalongan Siapkan Rp150 Miliar untuk Perbaikan Jalan Prioritas 2027Kapolres Kendal AKBP Ratna Silaturahmi ke Forkopimda, Perkuat Sinergi Kamtibmas

Namun di tengah kondisi itu, Sherly menegaskan bahwa tingkat partisipasi masyarakat justru menjadi kabar baik. Angka 100 persen untuk kelompok usia 5–6 tahun menunjukkan bahwa tidak ada lagi anak yang terlewatkan dari akses pendidikan prasekolah di kota ini.

Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari peran aktif Bunda PAUD yang terus mengampanyekan pentingnya stimulasi pendidikan di usia emas anak. Sherly menyebut PAUD sebagai investasi jangka panjang yang hasilnya baru akan terlihat saat anak-anak memasuki fase kehidupan dewasa.

“Kami terus mendorong Bunda PAUD untuk menyuarakan pesan ini. PAUD adalah investasi yang sangat menjanjikan. Apa yang kita tanam hari ini, insyaallah akan kita tuai kelak,” ujarnya.

Saat ini, terdapat 266 lembaga PAUD yang tersebar di seluruh kecamatan di Kota Pekalongan. Ragam layanan yang ditawarkan pun beragam, mulai dari fasilitas lengkap hingga opsi pendidikan dengan biaya ringan. Sherly menekankan bahwa mahalnya biaya bukan lagi menjadi penghalang bagi orang tua untuk mendaftarkan anaknya.

“Masih banyak lembaga yang menerapkan SPP harian, mulai Rp2.000, Rp3.000, hingga Rp4.000. Jadi PAUD tidak selalu mahal. Kami harap semua orang tua bisa memanfaatkan layanan ini untuk memberikan bekal terbaik bagi tumbuh kembang anak,” pungkasnya.

0 Komentar