KAJEN, RADARPEKALONGAN.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan mulai mematangkan rencana besar pembangunan infrastruktur yang akan direalisasikan pada 2027. Sejak tahun ini, sejumlah ruas jalan dan fasilitas publik prioritas telah dipetakan sebagai langkah awal untuk memperkuat konektivitas, meningkatkan keselamatan berkendara, serta mendorong roda perekonomian masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, mengungkapkan bahwa tahapan persiapan telah berjalan, termasuk pemetaan menyeluruh terhadap seluruh ruas jalan yang menjadi kewenangan daerah.
“Kami sudah mulai. Langkah pertama adalah memetakan seluruh ruas jalan yang ada,” ujar Sukirman, Kamis (10/8/2026).
Baca Juga:Kapolres Kendal AKBP Ratna Silaturahmi ke Forkopimda, Perkuat Sinergi KamtibmasPuskesmas Patebon 2 Bekali Kader PMT dengan Edukasi MP-ASI Cegah Stunting
Berdasarkan kajian Dinas Pekerjaan Umum (PU), total kebutuhan anggaran untuk perbaikan seluruh ruas jalan—baik poros maupun utama—di Kabupaten Pekalongan mencapai sekitar Rp350 miliar. Namun, Pemkab memutuskan untuk mengalokasikan dana sebesar Rp150 miliar pada 2027 guna menangani secara cepat ruas-ruas yang masuk kategori prioritas.
Sukirman menambahkan, komunikasi dengan DPRD telah berjalan intensif dan mendapat respons positif. “Kami sudah berembuk dengan DPRD, dan tampaknya sudah ada sinyal hijau untuk memprioritaskan anggaran ini,” tuturnya.
Ia menegaskan, pembangunan jalan bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi sosial-ekonomi. Infrastruktur yang baik akan menekan angka kecelakaan, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta membuka akses ke pusat-pusat pertumbuhan baru.
“Jalan adalah etalase daerah. Ini menyangkut keselamatan, mobilitas warga, dan pertumbuhan ekonomi,” tegas Sukirman.
Untuk ruas Kertoharjo-Karangdadap, proses pengadaan telah memasuki tahap pasca-lelang dan calon pemenang sudah ditunjuk. Saat ini, tim teknis tengah melakukan pengukuran ulang dan penyesuaian lapangan. Anggaran yang disiapkan untuk ruas ini sekitar Rp6 miliar.
Selain itu, sejumlah titik infrastruktur lain juga masuk dalam daftar prioritas, antara lain ruas Podo-Kedungwuni, Jembatan Pantianom, serta beberapa lokasi di Kecamatan Siwalan dan Wonokerto.
“Kami menyiapkan anggaran cukup besar di 2026 untuk melanjutkan pembangunan prioritas, termasuk Podo-Kedungwuni, Jembatan Pantianom, dan titik-titik di Siwalan, Wonokerto,” imbuhnya.
Baca Juga:BNNK Kendal dan Kemensos Beri ATENSI Wirausaha untuk Pasien RehabilitasiKendal Paragliding Championship 2026 Terbang Perdana di Curug Sewu
Terkait polemik Jembatan Tangen Wetan yang baru rampung namun kembali dibongkar, Sukirman menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu hasil peninjauan bersama Gubernur Jawa Tengah pada pekan depan. Kajian tambahan dari Kementerian ESDM juga diperlukan untuk meneliti kondisi geologis di bawah struktur jembatan.
