Pemkab Kendal Tebar 90 Ribu Benih Ikan, Warga Diminta Stop Setrum dan Racun

Pemkab Kendal Tebar 90 Ribu Benih Ikan, Warga Diminta Stop Setrum dan Racun
ABDUL GHOFUR. TEBAR BENIH IKAN - Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menebar benih ikan nila di Embung Desa Ngerjo, Kecamatan Ringinarum, Senin (10/8/2026).
0 Komentar

KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID – Pemerintah Kabupaten Kendal tidak ingin sungai dan perairan umum kehilangan ikan. Sebanyak 90 ribu benih ikan disiapkan untuk ditebar di sejumlah lokasi sepanjang 2026, sekaligus menghidupkan kembali ekosistem perairan dan menggenjot gerakan gemar makan ikan.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan, penebaran dilakukan secara bertahap. Embung Desa Ngerjo, Kecamatan Ringinarum, menjadi lokasi kelima dalam rangkaian restocking ikan air tawar yang digelar Pemkab Kendal, Senin (10/8/2026).

“Ini rangkaian penebaran benih ikan restocking di wilayah perairan Kendal. Total ada 90 ribu benih yang kita tebar di beberapa lokasi,” ujar Mbak Tika, sapaan akrab Bupati Kendal.

Baca Juga:Peserta Pelatihan Barista SKB Pekalongan Jualan Langsung, Target 100 CupRumah Lansia di Singorojo Ludes Terbakar, Warga Berhamburan Padamkan Api

Edukasi Gemarikan untuk Anak Sekolah

Menurut Tika, program tersebut bukan sekadar menjaga populasi ikan. Lokasi penebaran yang dekat dengan sekolah juga dimanfaatkan sebagai media edukasi bagi anak-anak mengenai pentingnya mengonsumsi ikan.

“Kita pilih lokasi yang dekat dengan sekolah untuk menyosialisasikan gerakan masyarakat makan ikan bagi anak-anak,” tegasnya.

Tika mengakui, konsumsi ikan masyarakat Kendal masih tergolong rendah. Padahal, daerah ini memiliki garis pantai sekaligus potensi budidaya ikan air tawar yang cukup besar. Pemkab Kendal pun akan memperluas sosialisasi Gemarikan. Selain mendukung pemenuhan gizi, program tersebut diharapkan memperkuat ketahanan pangan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Ikan Lokal Mulai Tergerus

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kendal Hudi Sambodo menambahkan, benih yang ditebar merupakan ikan lokal yang populasinya mulai tergerus di perairan umum. Jenisnya antara lain nilem dan tawes.

“Ini ikan lokal yang dulu masih banyak kita temui di sungai. Sekarang mulai berkurang. Kita ingin mengembalikan ekosistem sungai dan perairan umum agar kembali bermanfaat,” tegasnya.

Menurut Hudi, sungai tanpa ikan dinilai tidak ideal. Keberadaan ikan juga menjadi bagian dari sumber pangan dan gizi masyarakat. Restocking sebelumnya dilakukan di Singorojo, Boja, dan Ngampel. Penebaran akan berlanjut hingga mencapai 90 ribu ekor.

Larangan Alat Tangkap Merusak

Hudi secara tegas meminta warga tidak menangkap ikan menggunakan cara yang merusak lingkungan. Ia mengimbau masyarakat untuk menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan demi menjaga keberlanjutan ekosistem perairan.

0 Komentar