Peserta Pelatihan Barista SKB Pekalongan Jualan Langsung, Target 100 Cup

Peserta Pelatihan Barista SKB Pekalongan Jualan Langsung, Target 100 Cup
ISTIMEWA. JUALAN - Peserta Pelatihan Barista di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pekalongan diuji untuk praktik jualan langsung.
0 Komentar

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID – Puluhan peserta Pelatihan Barista di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pekalongan mulai mengasah jiwa kewirausahaan melalui praktik penjualan langsung, Senin (10/8/2026). Mereka tak hanya dituntut mahir meracik kopi, tetapi juga mampu menjalankan operasional usaha, melayani pelanggan, menentukan harga jual, hingga mencapai target penjualan.

Praktik lapangan ini menjadi puncak dari rangkaian pembelajaran setelah peserta menyerap materi teori dan praktik di kelas selama kurang lebih 25 hari. Dua lokasi sengaja dipilih sebagai tempat uji coba, yakni area Pasar Banyurip dan area parkir Dinas Pendidikan Kota Pekalongan. Kedua lokasi tersebut menyasar konsumen umum, pegawai, maupun tamu yang beraktivitas di lingkungan perkantoran.

Dari HPP Hingga Harga Jual

Instruktur Pelatihan Barista SKB Kota Pekalongan, John, menjelaskan bahwa praktik ini menjadi tahap krusial untuk menerapkan pengetahuan yang telah diberikan selama masa pelatihan. Peserta tidak hanya belajar meracik kopi, tetapi juga dibekali kemampuan menghitung harga pokok produksi (HPP), mengenali bahan baku, serta menentukan harga jual yang kompetitif.

Baca Juga:Peternak Kendal Bagikan 15.000 Ayam Gratis, Harga Pakan Meroket Telur AnjlokSemarak Merti Desa Perdana Purworejo, 12 RT Unjuk Kreativitas dan Rebutan Gunungan

“Hari ini merupakan rangkaian setelah mereka belajar teori dan produk di kelas. Mereka sudah membongkar HPP dan mengetahui bahan serta harga jualnya. Sekarang ilmu tersebut kami praktikkan langsung dengan berjualan,” jelas John di lokasi praktik.

Beragam menu disiapkan untuk memikat para pembeli. Dari kategori kopi, tersedia es kopi hazelnut, salted caramel, dan brown sugar. Sementara untuk minuman non-kopi, peserta menawarkan velvet taro, chocoa bliss, dan creamy matcha. Semua produk dijual dengan harga mulai Rp12 ribu per cup.

Target 100 Cup di Lingkungan Perkantoran

Dalam praktik tersebut, peserta dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok bertugas di lokasi Dinas Pendidikan, sementara kelompok lainnya menjalankan praktik penjualan di Pasar Banyurip. Untuk penjualan di Dinas Pendidikan, para peserta memasang target ambisius sebanyak 100 cup dengan metode penjualan secara langsung atau offline.

John menambahkan, praktik penjualan ini tidak hanya berhenti sebagai bagian dari pelatihan. SKB juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas pengalaman peserta sekaligus mendukung keberlanjutan usaha rintisan setelah pelatihan berakhir.

0 Komentar