Peternak Kendal Bagikan 15.000 Ayam Gratis, Harga Pakan Meroket Telur Anjlok

Peternak Kendal Bagikan 15.000 Ayam Gratis, Harga Pakan Meroket Telur Anjlok
ABDUL GHOFUR. BAGI-BAGI AYAM - Aksi protes peternak ayam petelur di Kendal diwarnai pembagian ribuan ekor ayam gratis kepada masyarakat sebagai simbol kekecewaan atas melonjaknya harga pakan, Senin (10/8/2026)
0 Komentar

KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID – Ratusan peternak ayam petelur yang tergabung dalam Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kendal menggelar aksi protes dengan cara yang tidak biasa, Senin (10/8/2026). Mereka membagikan sekitar 15.000 ekor ayam kepada masyarakat di Alun-alun Kendal sebagai simbol kekecewaan terhadap kondisi usaha peternakan yang kian terpuruk.

Aksi ini menjadi sorotan lantaran terjadi di tengah semarak perayaan kemerdekaan Indonesia. Para peternak mengaku sudah lima bulan terakhir mengalami kerugian akibat harga telur yang tak kunjung membaik, sementara biaya produksi terus melonjak.

Koordinator aksi, Bakir, mengungkapkan bahwa peternak sudah tidak sanggup lagi menanggung beban kenaikan harga pakan yang terjadi berulang kali.

Baca Juga:Semarak Merti Desa Perdana Purworejo, 12 RT Unjuk Kreativitas dan Rebutan GununganKapolres Kendal Kunjungi Panti Asuhan, Santuni 50 Anak Yatim dan Beri Motivasi Belajar

“Sudah lima bulan harga telur tidak pernah naik. Sementara harga pakan sudah lima kali naik dan tidak pernah turun,” ujar Bakir di lokasi aksi.

Ia menjelaskan, harga telur di tingkat peternak saat ini hanya berada di kisaran Rp20.000 per kilogram. Padahal, biaya produksi yang harus dikeluarkan mencapai Rp23.000 per kilogram. Kondisi ini memaksa peternak menanggung kerugian setiap kali masa panen tiba.

“Kita sudah tiga kali melakukan dialog dengan Kementerian Pertanian. Tapi kenyataannya mana? Harga telur hari ini tidak kurang dari Rp20.000, padahal biaya produksi kami Rp23.000,” tegasnya.

Program MBG Disorot

Tak hanya persoalan harga pakan, para peternak juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka mempertanyakan mekanisme pembelian telur yang dinilai belum memberikan harga layak bagi peternak rakyat.

“Katanya MBG membeli dengan harga Rp30.000, tetapi dari kami hanya Rp19.000. Selisihnya dikemanakan? Kami menuntut transparansi,” kata Bakir dengan nada kesal.

Ketua KPUS Kendal sekaligus anggota DPRD Kendal, Suwardi, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan bagian dari gerakan peternak rakyat di sejumlah daerah. Menurutnya, akar permasalahan utama terletak pada ketimpangan antara biaya produksi dan harga jual.

“Peternak rakyat saat ini benar-benar dalam kondisi sulit. Kami sudah tidak kuat memberi makan ternak karena harga pakan terus naik,” ujar Suwardi.

Baca Juga:DPRD Pekalongan Dorong UMKM Naik Kelas, Ketua Dewan Aktif Promosi Produk LokalHari Pertama Tugas, Kapolresta Batang Silaturahmi ke Bupati Bahas Keamanan dan Investasi

Ia merinci, harga pakan saat ini mencapai Rp7.600 per kilogram atau mengalami kenaikan sekitar 25 persen. Sementara harga telur hanya berada di angka Rp19.000-Rp20.000 per kilogram. Padahal, secara ideal harga telur seharusnya berada di kisaran Rp26.500 per kilogram.

0 Komentar