“Ini mencekik kami semua. Persoalan ini perlu segera diatasi pemerintah,” tegasnya.
Desakan Peternak ke Pemerintah
Suwardi menambahkan, biaya pakan menyumbang sekitar 70 persen dari total biaya produksi. Karena itu, peternak mendesak pemerintah untuk segera menurunkan harga pakan, menjaga stabilitas harga telur, serta memperpanjang bantuan stabilisasi pasokan dan harga pakan hingga enam bulan ke depan.
Selain itu, peternak juga meminta agar telur dimasukkan ke dalam cadangan pangan pemerintah dan mendesak penegakan Peraturan Menteri (Permen) Nomor 32 Tahun 2017 terkait hak budi daya.
Baca Juga:Semarak Merti Desa Perdana Purworejo, 12 RT Unjuk Kreativitas dan Rebutan GununganKapolres Kendal Kunjungi Panti Asuhan, Santuni 50 Anak Yatim dan Beri Motivasi Belajar
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, yang turun langsung ke lokasi aksi menyatakan akan meneruskan aspirasi para peternak kepada pemerintah pusat.
“Kami menyadari kondisi terpuruk yang dihadapi teman-teman peternak, terutama harga pakan yang terus naik dan harga telur yang menurun,” ujarnya.
Ketua DPRD Kendal, Mahfud Sodiq, turut mendukung tuntutan yang disampaikan para peternak. “Segera saja menurunkan harga pakan dan juga menaikkan harga telur ayam,” tegasnya.
Aksi pembagian ayam gratis ini berlangsung tertib dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat setempat. Ribuan warga terlihat mengantre untuk mendapatkan ayam yang dibagikan sebagai bentuk simbolis keprihatinan para peternak atas kondisi yang mereka hadapi saat ini. (fur)
