PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Sebanyak 273.533 pelanggan tercatat menggunakan layanan kereta api aglomerasi di Stasiun Pekalongan sepanjang Semester I 2026. Data yang dirilis PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang ini menunjukkan bahwa transportasi kereta api di wilayah Pantura terus mengalami peningkatan permintaan.
Terdapat tiga layanan KA aglomerasi yang melayani pelanggan di Stasiun Pekalongan, yaitu KA Kaligung, KA Kamandaka, dan KA Joglosemarkerto. Dari ketiganya, KA Kaligung menempati posisi teratas dengan total 157.608 penumpang, terdiri atas 78.438 pelanggan naik dan 79.170 pelanggan turun.
Sementara itu, KA Kamandaka melayani 68.463 pelanggan dengan rincian 41.126 naik dan 27.337 turun. Adapun KA Joglosemarkerto mencatat 47.462 pelanggan, yang terdiri dari 38.922 pelanggan naik dan 8.540 pelanggan turun.
Baca Juga:Kebakaran Hantam Dua Titik di Kendal, 8 Rumah Ludes, Kerugian Capai Ratusan JutaHarga Tembakau Kendal Mulai Naik, Spekulan Berani Tebus Rp60 Ribu
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengungkapkan bahwa tingginya angka tersebut mencerminkan peran penting kereta api aglomerasi dalam menunjang mobilitas harian masyarakat. Menurutnya, perjalanan antarkota kini menjadi kebutuhan rutin, baik untuk bekerja, bersekolah, berdagang, maupun wisata.
“Mobilitas masyarakat saat ini tidak lagi terbatas pada satu wilayah. Banyak yang melakukan perjalanan ke daerah lain untuk berbagai keperluan. Kehadiran KA aglomerasi memberikan alternatif transportasi massal yang aman, nyaman, dan terjangkau,” ujar Luqman dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/8/2026).
Stasiun Pekalongan memiliki posisi strategis sebagai simpul transportasi di jalur Pantura. Dari stasiun ini, penumpang dapat terhubung dengan berbagai kota di Jawa Tengah dan sekitarnya. KA Joglosemarkerto misalnya, menghubungkan sejumlah kota di Jawa Tengah hingga Daerah Istimewa Yogyakarta, sehingga memudahkan masyarakat yang melakukan perjalanan lintas daerah.
Sementara KA Kaligung dan KA Kamandaka menjadi pilihan utama bagi pelanggan dengan beragam kebutuhan, mulai dari aktivitas ekonomi hingga pendidikan. Luqman menambahkan, volume pelanggan yang tinggi turut menunjukkan besarnya peran kereta api dalam menggerakkan konektivitas ekonomi dan sosial antarkota.
“Kami akan terus memastikan layanan di Stasiun Pekalongan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk bepergian ke berbagai daerah dengan transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu,” tegasnya.
KAI Daop 4 Semarang juga terus melakukan evaluasi pola operasi, optimalisasi kapasitas angkut, serta peningkatan fasilitas di stasiun dan di dalam perjalanan. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menjaga kepercayaan publik dan menjadikan kereta api sebagai moda transportasi andalan di masa mendatang.
