KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID — Dua peristiwa kebakaran terjadi di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, pada Senin (10/8/2026). Total ada delapan unit rumah yang terdampak, dengan kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Lokasi kejadian tersebar di Desa Kedungasri, Kecamatan Ringinarum, serta Desa Kaligading, Kecamatan Boja.
Insiden terbesar terjadi di kawasan padat penduduk Desa Kedungasri pada Senin sore. Api dengan cepat membesar dan membakar lima rumah, sementara dua bangunan lain ikut rusak akibat sambaran api yang merambat melalui dinding dan atap berbahan kayu.
Empat unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi, ditambah dua tangki air bantuan dari Palang Merah Indonesia (PMI) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal untuk mempercepat pendinginan. Petugas sempat kesulitan menjangkau titik api lantaran akses jalan menuju permukiman tergolong sempit dan padat.
Baca Juga:Harga Tembakau Kendal Mulai Naik, Spekulan Berani Tebus Rp60 RibuDPRD Batang Dorong Optimalisasi Retribusi Tenaga Kerja Asing
Kondisi bangunan yang berdempetan serta material rumah yang dominan kayu membuat api cepat menjalar, terlebih tiupan angin kencang turut memperbesar intensitas kobaran. Warga menduga api pertama kali muncul dari rumah milik Kirno yang juga digunakan sebagai toko obat pertanian dan pupuk. Dalam hitungan menit, api menjalar ke rumah kosong di sampingnya, lalu meluas ke bangunan lain.
Setelah lebih dari satu jam berjibaku, petugas akhirnya berhasil mengendalikan api. Polisi dari Polsek Gemuh langsung memasang garis pembatas dan melakukan olah tempat kejadian perkara guna mengungkap penyebab pasti kebakaran.
Sebelumnya, pada hari yang sama, kebakaran juga terjadi di Dusun Blorong, Desa Kaligading, Kecamatan Boja. Rumah milik M Nasir yang digunakan sebagai gudang perabot dagangan hangus dilalap api. Kapolsek Boja AKP Budijanton menjelaskan, kebakaran pertama kali diketahui oleh tetangga yang mencium bau benda terbakar. Saat diperiksa, bagian depan rumah sudah dilalap api.
“Hasil penyelidikan awal mengindikasikan kebakaran dipicu oleh korsleting listrik di bagian depan rumah,” ujar Budijanton. Korban dan warga sempat berusaha membuka pintu yang terkunci, namun api telah membesar dan menghanguskan seluruh isi rumah. Kerugian dalam peristiwa ini diperkirakan mencapai Rp400 juta.
