Jembatan Mulyorejo-Jeruksari Terendam Rob, Warga Desak Pemkab Pekalongan Segera Perbaiki

Jembatan Mulyorejo-Jeruksari Terendam Rob, Warga Desak Pemkab Pekalongan Segera Perbaiki
Istimewa. ROB - Jembatan penghubung Desa Mulyorejo dengan Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, kondisinya cukup memprihatinkan.
0 Komentar

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID – Kondisi jembatan penghubung antara Desa Mulyorejo dan Desa Jeruksari di Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, kini menjadi keluhan serius bagi warga setempat.

Pasalnya, jembatan yang juga menjadi akses penting menuju Kota Pekalongan tersebut kerap terendam banjir rob dengan ketinggian air yang mencapai permukaan bahkan melimpas ke badan jembatan.

Andi Jaja, warga Desa Mulyorejo, mengatakan bahwa setiap kali rob melanda, jembatan tersebut selalu tergenang. Air laut pasang yang masuk ke daratan menyebabkan akses utama ini nyaris tidak bisa dilalui, terutama saat ketinggian air sudah melewati atas jembatan.

Baca Juga:BMKG Gelar Sekolah Lapang Gempa di Kendal, Warga Dilatih Hadapi GuncanganJalan Berbatu Toso-Kluwih Kini Mulus Berkat TMMD, Mobilitas Warga Melonjak

“Kalau rob datang, air selalu naik sampai ke jembatan dan seringkali melimpas. Ini sangat mengganggu aktivitas kami sehari-hari,” ujar Andi.

Jembatan ini tidak hanya menghubungkan dua desa di Kecamatan Tirto, tetapi juga menjadi jalur strategis bagi warga Kabupaten Pekalongan yang hendak menuju wilayah Kota Pekalongan.

Jika jembatan tidak bisa dilewati, warga terpaksa memutar melalui jalur Pantura yang jaraknya jauh lebih panjang dan memakan waktu.

Kondisi tersebut mendorong warga untuk menyuarakan harapan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan bersama DPRD setempat segera turun tangan.

Mereka mendesak agar pihak terkait melakukan peninjauan langsung ke lapangan guna menilai tingkat kerusakan dan merumuskan langkah penanganan yang tepat.

“Kami berharap Pemkab dan DPRD bisa melihat sendiri kondisinya. Jika memang sudah tidak layak, kami minta agar ada anggaran untuk pembangunan ulang atau perbaikan besar-besaran,” tegas Andi.

Ia menambahkan, jembatan ini merupakan akses vital bagi warga sekitar. Tanpa jembatan yang layak, mobilitas ekonomi dan sosial warga akan terganggu, terutama saat rob datang yang sering kali terjadi secara tiba-tiba.

Baca Juga:Patroli Gabungan 42 Personel Antisipasi Karhutla di Jalur Rawan PekalonganSPPG Kendal Diminta Serap Telur Peternak Lokal untuk MBG

“Kalau jembatan ini tidak bisa digunakan, warga harus putar balik dan menempuh jalur lain yang jauh lebih panjang. Kami berharap pemerintah segera memberikan solusi nyata,” pungkasnya. (yon)

0 Komentar