KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID – Ketua Paguyuban SPPG Kendal, Sugiono, menyatakan bahwa langkah inventarisasi menjadi tahap awal sebelum dilakukan pembahasan bersama seluruh anggota paguyuban. Tujuannya adalah memastikan setiap dapur MBG di Kabupaten Kendal mengutamakan bahan baku hasil produksi peternak lokal.
“Kita akan sampaikan, manakala mereka masih mau membuka dapur MBG di Kendal, harus pakai telur produksi Kendal dengan harga sesuai aturan,” tegas Sugiono, Rabu (12/8/2026).
Menurutnya, seluruh dapur MBG di Kabupaten Kendal semestinya memprioritaskan komoditas yang tersedia dan diproduksi oleh peternak lokal. Selain telur, bahan baku lain yang dimaksud antara lain daging ayam, lele, bandeng, serta berbagai komoditas peternakan dan perikanan lainnya.
Baca Juga:Sambut HUT RI ke-81, Atlet Cilik Tk Aisyiyah Adu Keterampilan FutsalPanen Keempat Padi Biosalin di Lahan Rob, Produktivitas Tembus 6,6 Ton
“Kalau bahan-bahan tersebut banyak diproduksi di Kendal, maka harus menggunakan dari Kendal,” pintanya.
Sugiono mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan inventarisasi awal terhadap penyerapan komoditas lokal di dapur MBG. Data tersebut selanjutnya akan dibahas kembali bersama Paguyuban SPPG untuk memastikan penyerapan produk peternak Kendal berjalan optimal.
“Per minggu kemarin kita juga sudah inventarisir dan setelah ini kita akan diskusikan lagi dengan paguyuban kami,” ujarnya.
Mengenai harga telur, Sugiono menegaskan bahwa pengelola dapur MBG akan mengikuti ketentuan yang ditetapkan pemerintah. Ia menekankan bahwa SPPG bukanlah kegiatan perdagangan yang mengejar keuntungan, melainkan bagian dari pelaksanaan program pemerintah.
“Manakala sudah ada aturan edaran dari BGN dengan ketentuan harga, kita akan menyesuaikan. Tidak masalah Rp26 ribu. Kita ini kan hanya melaksanakan, tidak mikir untung rugi,” jelasnya.
Ia menambahkan, berapa pun harga yang ditetapkan pemerintah, termasuk Rp26 ribu, Rp27 ribu, atau Rp28 ribu per kilogram, akan disesuaikan dalam pembelian bahan baku.
Sementara itu, Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kendal, Suwardi, menyampaikan bahwa penyerapan telur oleh SPPG menjadi salah satu persoalan utama yang disoroti peternak dalam aksi damai di Alun-Alun Kendal beberapa waktu lalu.
Baca Juga:Cari Udang di Empang, Wanita Paruh Baya Ditemukan Tewas TerlungkupApi dari Kandang Merpati Lalap Dua Rumah di Kaliwungu, Warga Panik
“Serapan telur di MBG itu harganya masih belum sesuai aturan. Hanya beberapa SPPG yang melaksanakan. Padahal kami sudah diskusi dan sosialisasi dengan SPPG se-Kabupaten Kendal,” tutur Suwardi.
