KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID – Meskipun gempa bumi yang pernah mengguncang Kabupaten Kendal tergolong berskala kecil, potensi bahaya tersebut tidak bisa diabaikan.
Wilayah ini diketahui memiliki sejumlah sumber gempa dan sesar aktif yang dapat memicu guncangan kapan saja.
Untuk membangun kesiapsiagaan masyarakat, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Banjarnegara bersama Komisi IV DPR RI menggelar Sekolah Lapang Gempa Bumi di Hotel dan Resto Tirto Arum Kendal, Rabu (12/8/2026).
Baca Juga:Patroli Gabungan 42 Personel Antisipasi Karhutla di Jalur Rawan PekalonganSPPG Kendal Diminta Serap Telur Peternak Lokal untuk MBG
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 50 peserta yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah, instansi vertikal, relawan kebencanaan, hingga warga masyarakat umum.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara, Heri Susanto, menjelaskan bahwa edukasi kebencanaan menjadi kebutuhan mendesak mengingat gempa tidak dapat diprediksi secara akurat.
Masyarakat tidak hanya dibekali teori tentang potensi gempa dan peta risiko, tetapi juga diberikan pelatihan praktik penyelamatan diri saat guncangan terjadi.
“Kami ingin masyarakat tidak takut berlebihan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang tidak jelas. Materi kami mencakup kesiapsiagaan gempa, pengenalan potensi sumber gempa lokal, serta simulasi praktik saat gempa berlangsung,” ujar Heri.
Ia menambahkan bahwa penguatan literasi kebencanaan harus dilakukan secara terus-menerus. Pengetahuan tentang tindakan yang benar—seperti berlindung di bawah meja, menjauhi bangunan rapuh, dan tidak menggunakan lift—dinilai sama pentingnya dengan mengetahui kapan gempa bisa terjadi.
Anggota DPR RI Eksan Subandono yang turut hadir dalam acara tersebut menekankan pentingnya efek berganda dari pelatihan ini.
Menurutnya, peserta yang telah terlatih diharapkan menjadi agen penyebar informasi di komunitas masing-masing, sehingga cakupan edukasi bisa lebih luas dan efektif.
Baca Juga:Wali Kota Lepas Pelajar Berprestasi ke Tiga Ajang Nasional SekaligusFun Run dan Bakti Sosial, Tenaga Medis RSUD Bendan Rayakan HUT ke-3
“Kegiatan ini tidak boleh berhenti di ruang pelatihan. Pengetahuan yang didapat peserta harus diteruskan ke keluarga, tetangga, dan lingkungan sekitarnya,” tegas Eksan.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, yang akrab disapa Tika, turut mengapresiasi inisiatif BMKG dan DPR RI. Ia menyatakan bahwa kesiapsiagaan merupakan investasi jangka panjang untuk keselamatan warga.
“Kendal memang memiliki potensi gempa bumi meskipun skalanya kecil. Namun potensi kecil bukan berarti bisa kita abaikan. Masyarakat harus paham apa yang harus dilakukan saat gempa, agar tidak panik dan bisa menyelamatkan diri,” jelas Tika.
