Lebih jauh, Tika mengingatkan bahwa Kabupaten Kendal berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) yang juga rawan terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
Karena itu, peningkatan kapasitas dan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai jenis bencana menjadi agenda prioritas.
Di akhir kegiatan, para peserta diajak melakukan simulasi langsung menghadapi guncangan gempa. Mereka dipandu untuk mempraktikkan langkah-langkah perlindungan diri, termasuk mencari titik aman dan melindungi kepala.
Baca Juga:Patroli Gabungan 42 Personel Antisipasi Karhutla di Jalur Rawan PekalonganSPPG Kendal Diminta Serap Telur Peternak Lokal untuk MBG
Hasilnya, seluruh peserta terlihat antusias dan lebih memahami prosedur yang harus diambil saat situasi darurat.
BMKG pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang jika terjadi gempa, segera berlindung di tempat yang aman, dan mengikuti arahan dari petugas atau informasi resmi dari kanal komunikasi BMKG dan pemerintah daerah. (fur)
