Wali Kota Pekalongan Fokus Pemulihan Korban Perundungan SMP N 6

Wali Kota Pekalongan Fokus Pemulihan Korban Perundungan SMP N 6
ISTIMEWA. Wali Kota Pekalongan, A. Afzan Arslan Djunaid.
0 Komentar

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan merespons cepat kasus dugaan perundungan dan kekerasan yang dialami seorang siswa SMP Negeri 6 Kota Pekalongan.

Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid, yang akrab disapa Aaf, menegaskan bahwa pemulihan kondisi korban, baik secara fisik maupun psikologis, menjadi fokus utama dalam penanganan kasus ini.

Aaf mengungkapkan bahwa dirinya bersama Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab, telah mendatangi rumah sakit untuk meninjau langsung kondisi korban dan memastikan penanganan medis berjalan optimal.

Baca Juga:Polres Kendal Razia Balap Liar di Weleri, 62 Remaja dan 48 Motor DiamankanUnnes Serukan Empat Pesan Moral di UPC 2026: Jauhi NAPZA, Korupsi, Kekerasan, dan Plastik

“Kita pastikan dari dinas, kemudian pengobatan di rumah sakit semuanya. Tadi saya sampaikan kepada orang tua agar jangan khawatir,” ujar Aaf usai kegiatan pelantikan pejabat di Halaman Kantor BPKAD Kota Pekalongan, Jumat malam (14/8/2026).

Menurut Aaf, Pemkot Pekalongan menjamin seluruh kebutuhan pengobatan korban dapat terpenuhi. Ia juga menekankan pentingnya pemulihan psikologis agar korban tidak mengalami trauma berkepanjangan yang dapat mengganggu proses belajarnya.

“Yang kita pastikan adalah anak-anak ini jangan sampai terganggu belajar-mengajarnya. Dan si korban ini nanti perlu didampingi psikolog untuk traumatiknya,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pengecekan sementara, kondisi fisik korban menunjukkan perkembangan yang cukup baik dan tidak ditemukan luka serius. Meski demikian, Aaf memastikan pemeriksaan lanjutan tetap dilakukan untuk memastikan kesehatan korban secara menyeluruh. “Faktor psikologisnya ini yang harus kita fokuskan,” tegasnya.

Pemkot Pekalongan juga telah menyiapkan pendampingan psikologis melalui dinas terkait bagi anak-anak yang membutuhkan. Selain itu, edukasi kepada siswa terus digalakkan sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

“Kita pastikan ini kejadian yang terakhir. Kita akan edukasi terus kepada sekolah-sekolah. Saya juga mengapresiasi langkah cepat berbagai pihak, termasuk aparat kepolisian yang turut memberikan edukasi kepada siswa SMP Negeri 6,” ungkap Aaf.

Ia berharap sinergi antara Pemkot Pekalongan, sekolah, keluarga, dan aparat terkait dapat menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang seluruh siswa. Langkah edukasi dan penguatan pencegahan pun terus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya berhenti pada penanganan kasus ini.

0 Komentar