Karnaval Kostum Daur Ulang SD Mutu KP, Wali Murid Kreatif Pakai Barang Bekas

Karnaval Kostum Daur Ulang SD Mutu KP, Wali Murid Kreatif Pakai Barang Bekas
MALEKHA. MERIAH - Kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-81 di SD Muhammadiyah Satu Kandang Panjang (SD Mutu KP).
0 Komentar

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di SD Muhammadiyah Satu Kandang Panjang (SD Mutu KP) diwarnai gelaran karnaval kostum kreasi yang melibatkan seluruh siswa kelas 1 hingga 6, Kamis (20/8/2026).

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang banyak mengandalkan kostum sewaan, kali ini mayoritas wali murid justru merancang sendiri busana unik berbahan dasar barang bekas yang ada di sekitar rumah.

Kepala Sekolah SD Mutu KP mengungkapkan rasa terkesan sekaligus terharu melihat antusiasme dan totalitas orang tua siswa dalam menyambut ketentuan tahun ini. Menurutnya, kreativitas yang ditampilkan benar-benar melampaui ekspektasi guru dan staf sekolah.

Baca Juga:RS Muhammadiyah Kendal Gratiskan Layanan Kesehatan untuk Peserta Muktamar NUMobil Kopdes Seruduk Pejalan Kaki di Batang, 4 Motor Ikut Rusak

“Ini di luar ekspektasi saya selaku kepala sekolah dan teman-teman guru. Beneran niat, sehingga saya pihak sekolah mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada seluruh wali murid SD Mutu KP yang sudah mendukung program-program kami, sehingga kegiatan selalu semangat,” ujarnya di lokasi acara.

Pihak sekolah sengaja menerapkan aturan khusus tahun ini agar kostum yang digunakan berbahan daur ulang. Kebijakan tersebut bertujuan untuk menekan biaya pengeluaran orang tua sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan dan daya cipta.

Meski ada sebagian kecil wali murid yang tetap memilih menyewa karena keterbatasan waktu, mayoritas orang tua justru memilih membuat sendiri kostum dengan bahan-bahan sederhana.

“Satu, ada sinergi orang tua dengan sekolah yang luar biasa. Mungkin yang kedua, karnaval kostum kreasi ini karena kita memanfaatkan barang-barang yang sudah ada. Harapannya tidak memberatkan orang tua di pembiayaan,” tambahnya.

Untuk memacu semangat, sekolah membentuk tim penilai yang akan memilih kostum terbaik berdasarkan orisinalitas dan pemanfaatan barang bekas. Penilaian dilakukan secara reguler untuk semua peserta dari kelas 1 hingga kelas 6, tanpa dibatasi per kelas. Juara 1, 2, dan 3 akan mendapatkan reward sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan kreativitas mereka.

“Ada ketentuannya, maka nanti penilaiannya pun berdasar kepada kebenaran-kebenaran (pemanfaatan barang bekas) itu. Betul ada reward nanti untuk juara 1, 2, dan 3. Penilaian dilakukan reguler untuk semua dari kelas 1 sampai kelas 6, tidak ditentukan per kelas,” pungkasnya.

0 Komentar