KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID — Desa Sendangdawung, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, menjelma menjadi pusat keramaian sepanjang Agustus 2026. Pemerintah desa menyiapkan enam agenda budaya yang dirangkai dalam satu rangkaian untuk memeriahkan Merti Desa sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Beragam acara disiapkan, mulai dari tasyakuran, tirakatan, karnaval, pagelaran seni tradisional, wayang kulit, hingga konser dangdut skala besar.
Sekretaris Desa (Sekdes) Sendangdawung, Budi Ristanto, menjelaskan bahwa seluruh kegiatan dirancang sebagai ruang kebersamaan bagi masyarakat. Selain sebagai hiburan rakyat, rangkaian acara ini juga bertujuan menjaga kelestarian tradisi dan seni budaya desa agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.
“Ini momentum untuk merayakan kemerdekaan sekaligus mempererat kebersamaan warga. Kami berharap seluruh masyarakat ikut hadir dan meramaikan setiap kegiatan,” ujar Budi Ristanto, Sabtu (22/8/2026) siang.
Baca Juga:Polres Pekalongan Kota Libatkan Bhabinkamtibmas Data Anak dengan Kelainan Kaki BawaanPCNU Pekalongan Usul Perubahan Waktu Pengajuan Calon AHWA di Muktamar ke-35 NU
Rangkaian acara dimulai dengan Tasyakuran Merti Desa yang digelar pada Jumat (14/8/2026) pukul 15.00 WIB hingga selesai, dilanjutkan dengan ziarah ke makam keramat di Dusun Wonokerto. Kemeriahan berlanjut pada Minggu (16/8/2026) sore dengan pelaksanaan malam tirakatan HUT ke-81 RI di Balai Desa Sendangdawung.
Puncak kemeriahan pada pekan ketiga Agustus terjadi pada Sabtu (22/8/2026), dengan digelarnya Karnaval Kemerdekaan dan Pagelaran Singo Barong WPB yang berlangsung sehari penuh di balai desa. Malam harinya, warga disuguhi pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang menghadirkan dalang Ki Sigid Ariyanto di lapangan desa.
Agenda seni berikutnya berlangsung pada Jumat (28/8/2026) malam dengan pentas Saleho Karya Budaya dan Setyo Langen Budoyo di lokasi yang sama. Sebagai puncak hiburan, pada Sabtu malam Minggu (29/8/2026), warga dihibur dengan konser HUT RI yang menampilkan OM Adella, sebuah grup musik dangdut terkenal yang dipastikan akan memadati lapangan desa.
Budi menegaskan bahwa kemeriahan ini bukan sekadar pesta rakyat. Ia berharap keterlibatan aktif warga menjadi bagian penting agar tradisi desa dan semangat gotong royong tetap terjaga. Menurutnya, keberhasilan acara tidak diukur dari kemewahan tampilan, melainkan dari kebersamaan dan keguyuban yang tercipta.
“Yang paling penting bukan hanya acaranya, tetapi kebersamaan warga. Mari kita jaga budaya sekaligus merayakan kemerdekaan dengan tertib dan guyub,” tegasnya.
