KKN UPGRIS Berakhir di MI NU 22 Jati, Bibit Ketapang Jadi Kenang-Kenangan Penuh Makna

KKN UPGRIS Berakhir di MI NU 22 Jati, Bibit Ketapang Jadi Kenang-Kenangan Penuh Makna
ABDUL GHOFUR. PENGABDIAN - Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 63 bersama guru dan siswa MI NU 22 Al Islam Jati berfoto bersama usai kegiatan pengabdian di Desa Jati, Plantungan, Kendal, Rabu (26/8/2026).
0 Komentar

KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID – Bukan cendera mata mahal yang ditinggalkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 63 di MI NU 22 Al Islam Jati, Kecamatan Plantungan. Mereka memilih meninggalkan bibit pohon ketapang yang diharapkan tumbuh menjadi penghijauan sekaligus jejak pengabdian di lingkungan sekolah.

Bibit tersebut diserahkan kepada pihak sekolah, Rabu (26/8/2026), menandai berakhirnya masa pengabdian mahasiswa KKN di Desa Jati. Penyerahan itu merupakan bagian dari program kerja bidang lingkungan yang dijalankan mahasiswa selama berada di lokasi KKN.

Ketua KKN UPGRIS Kelompok 63, Nur Alam Syah, mengatakan pemilihan bibit ketapang dilakukan berdasarkan permintaan pihak sekolah. Selain efisien, tanaman tersebut dinilai memiliki manfaat jangka panjang bagi lingkungan sekolah.

Baca Juga:SEZ Industropolis Run 2026 Bidik Atlet Nasional, Lintasan Flat Jadi Andalan di KITB BatangUji Mental ke Kandang Bali United, Kendal Tornado FC Siap Hadapi Dua Laga Tandang Awal

“Kami menyerahkan bibit ketapang ini sesuai permintaan sekolah. Selain lebih ringan dari sisi anggaran mahasiswa, manfaatnya juga bisa dirasakan dalam jangka panjang oleh sekolah,” tegas Nur Alam.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya menjadi penutup kegiatan KKN, tetapi juga bentuk kontribusi mahasiswa terhadap upaya penghijauan. Bibit yang diberikan diharapkan dapat dirawat dan tumbuh hingga memberi manfaat bagi warga sekolah.

Kepala MI NU 22 Al Islam Jati, Ali Mustajab, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin selama mahasiswa melaksanakan pengabdian. Menurutnya, permintaan bibit pohon sengaja dipilih agar kenang-kenangan tidak membebani mahasiswa, tetapi tetap memberikan manfaat nyata.

“Kami sengaja meminta kenang-kenangan berupa bibit pohon agar tidak memberatkan mahasiswa, tetapi tetap memberikan manfaat nyata,” kata Ali Mustajab.

Ia menjelaskan, bibit ketapang tersebut akan ditanam mengikuti desain penataan taman sekolah yang baru. Keberadaan tanaman diharapkan membuat suasana sekolah semakin hijau, teduh, dan nyaman bagi siswa maupun guru.

“Kami akan menanamnya sesuai desain penataan taman sekolah yang baru, sehingga lingkungan sekolah menjadi lebih asri,” ujarnya.

Penyerahan bibit ketapang sekaligus menjadi simbol bahwa pengabdian mahasiswa tidak berhenti ketika masa KKN berakhir. Tanaman tersebut diharapkan terus tumbuh menjadi pengingat hubungan baik antara mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 63 dan MI NU 22 Al Islam Jati. Bagi pihak sekolah, bibit itu bukan sekadar tanaman, melainkan warisan kecil yang membawa pesan besar tentang kepedulian terhadap lingkungan. (fur)

0 Komentar