Krisis Air Bersih Meluas di Batang, 60 KK di Pesalakan Bandar Terdampak Kemarau Panjang

Krisis Air Bersih Meluas di Batang, 60 KK di Pesalakan Bandar Terdampak Kemarau Panjang
M. DHIA THUFAIL. DROPING AIR BERSIH - Jajaran Koramil Bandar saat membantu droping air bersih untuk warga Pesalakan Bandar yang kesulitan mengakses air bersih.
0 Komentar

BATANG, RADARPEKALONGAN.ID – Krisis air bersih akibat musim kemarau mulai meluas di sejumlah wilayah Kabupaten Batang. Setelah sebelumnya dirasakan ratusan kepala keluarga (KK) di Desa Kemligi, Kecamatan Wonotunggal, kini giliran warga Desa Pesalakan, Kecamatan Bandar, yang harus berjibaku mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Sedikitnya 60 KK di Dukuh Karanggondang dan Dukuh Maron Barat, Desa Pesalakan, mulai kesulitan mengakses air bersih. Kondisi tersebut membuat Perumda Air Minum Sendang Kamulyan kembali turun tangan dengan menyalurkan bantuan air bersih.

Direktur Umum Perumda Air Minum Sendang Kamulyan Batang, Sys Mandayun, mengatakan pihaknya menerima permintaan droping air bersih untuk warga Desa Pesalakan melalui Koramil Bandar.

Baca Juga:Uji Mental ke Kandang Bali United, Kendal Tornado FC Siap Hadapi Dua Laga Tandang AwalTruk Mangkal di Exit Tol Kandeman Batang, Dishub Siapkan E-Parking QRIS

“Ya kami kembali menerima permintaan bantuan air bersih yang diajukan oleh Koramil Bandar untuk memenuhi kebutuhan air bagi warga Desa Pesalakan. Kita kirim satu tangki berkapasitas 4 ribu liter,” ujar Sys.

Bantuan tersebut diharapkan bisa meringankan beban warga yang mulai kesulitan memperoleh air bersih akibat menyusutnya debit sumber air selama musim kemarau. Sys menegaskan, Perumda Air Minum Sendang Kamulyan berkomitmen memberikan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat yang terdampak kelangkaan air bersih.

“Prinsipnya kami siap membantu warga yang membutuhkan air bersih akibat dampak musim kemarau,” katanya.

Danramil Bandar, Kapten Suwanto, menjelaskan sebelumnya warga mengandalkan sumber air dari program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, kemarau panjang membuat debit sumber air terus menurun hingga tidak lagi mampu mencukupi kebutuhan warga.

“Mereka sebelumnya menggunakan air Pamsimas. Namun karena musim kemarau ini, sumber yang mereka pakai mengalami kekeringan. Maka kami mintakan bantuan droping air bersih dari Perumda Air Minum Sendang Kamulyan,” terang Suwanto.

Untuk sementara, satu tangki berkapasitas 4.000 liter dikirimkan guna memenuhi kebutuhan warga. Suwanto menyebut kondisi serupa belum terjadi di banyak wilayah Kecamatan Bandar. Saat ini, baru dua dukuh di Desa Pesalakan yang teridentifikasi mengalami dampak krisis air bersih.

Meski demikian, pihaknya tidak ingin kecolongan jika kondisi semakin parah. Pemantauan akan terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan ketersediaan air di wilayah tersebut.

0 Komentar