BATANG, RADARPEKALONGAN.ID – Rencana penyediaan kantong parkir khusus truk di sekitar Exit Tol Kandeman, Kabupaten Batang, hingga kini masih menemui kendala. Deretan kendaraan berat yang masih terlihat berjejer di bahu jalan tidak hanya mengganggu ketertiban, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan lalu lintas.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Batang, Agung Widodo, mengakui bahwa persoalan utama terletak pada keterbatasan lahan. Pihaknya saat ini terus berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mencari aset pemerintah yang bisa dimanfaatkan.
“Kami dari Dishub pasti akan selalu berkoordinasi, terutama dengan BBPJN, juga nanti dengan provinsi terkait dengan barangkali ada aset provinsi yang bisa digunakan sebagai kantong parkir untuk truk,” ujar Agung saat ditemui di kantornya, Rabu (26/8/2026).
Baca Juga:Cukup Memuaskan? Ramalan Keuangan Zodiak 28 Agustus 2026 untuk Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan PiscesPerhatikan Peluang! Ramalan Keuangan Zodiak Jumat 28 Agustus 2026 untuk Leo, Virgo, Libra, dan Scorpio
Fenomena parkir truk di kawasan tersebut ternyata tidak hanya disebabkan minimnya lahan. Keberadaan warung-warung pinggir jalan yang kembali marak usai ditertibkan Satpol PP dinilai menjadi pemicu utama para sopir berhenti. Agung menyebut, warung tersebut membuat sopir betah mampir dan akhirnya memarkir truk di bahu jalan.
“Kebetulan ini bikin sopir ketagihan mampir. Karena ada warung, gayung bersambut, akhirnya sopir-sopir pun juga berhenti di warung,” imbuhnya.
Sambil menunggu kepastian lahan di Kandeman, Dishub Batang mengarahkan truk untuk menggunakan kantong parkir sementara yang tersedia di wilayah Penundan. Selain itu, dinas terkait mulai mengkaji penerapan sistem e-parking berbasis QRIS guna mendigitalisasi pengelolaan parkir kendaraan berat.
“Ya, untuk e-parking bisa juga nanti diterapkan, karena memang sekarang eranya harus menyesuaikan. Kita juga berharap ada parkir yang tidak cash, tapi nanti menggunakan semacam QRIS dan lain sebagainya,” jelas Agung.
Meski masih dalam tahap kajian, digitalisasi ini diharapkan mampu menciptakan tata kelola parkir yang lebih transparan dan mudah dipantau. Namun, penerapannya tetap menunggu kesiapan infrastruktur dan lokasi parkir yang memadai.
“Kita juga upayanya supaya tidak parkir di sekitar exit tol. Tapi sementara masih ada sedikit kendala karena ternyata warung yang kemarin sudah dilakukan penertiban oleh Satpol PP ternyata muncul lagi,” pungkasnya. (fel)
