Menurut Dian, api terlihat semakin membesar setelah membakar tumpukan material rosok yang mudah terbakar. Namun, dia mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa yang pertama kali melihat api maupun penyebab awal kebakaran.
“Saya tahunya setelah ada yang memberi tahu. Saya kemudian datang ke lokasi,” katanya.
Kebakaran tersebut menjadi peringatan penting agar aktivitas pembakaran, meskipun dalam skala kecil, tidak dilakukan tanpa pengawasan yang ketat. Terlebih, aktivitas tersebut berada di sekitar lokasi yang menyimpan material mudah terbakar seperti plastik dan barang bekas lainnya.
Baca Juga:Pemkot Pekalongan Uji Kelayakan Beras Bantuan Pangan untuk 39 Ribu KPMKebakaran Hutan Jati Weleri, TNI dan Warga Bahu-membahu Padamkan Api
Dugaan sementara, bara dari aktivitas obong-obong yang ditinggalkan tanpa pengawasan merembet ke tumpukan rosok. Api kemudian membesar hingga menghanguskan seluruh area gudang milik Agus Ariyanto. Bara kecil yang semula dianggap sepele akhirnya berubah menjadi kobaran besar dan meludeskan gudang rosok dalam waktu singkat.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada musim kemarau, dan tidak meninggalkan api dalam kondisi menyala tanpa pengawasan. (fur)
