Lomba Tari Klasik Pekalongan Jadi Wadah Generasi Muda Lestarikan Budaya

Lomba Tari Klasik Pekalongan Jadi Wadah Generasi Muda Lestarikan Budaya
ISTIMEWA. LOMBA - Wakil Wali Kota Pekalonga, Balgis Diab menyaksikan langsung lomba Tari Klasik.
0 Komentar

KOTA PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Pemerintah Kota Pekalongan terus menunjukkan komitmennya dalam pelestarian seni budaya daerah melalui penyelenggaraan Lomba Tari Klasik yang berlangsung meriah di Transmart Kota Pekalongan, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Pekalongan dengan sejumlah sanggar tari serta Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Dinparbudpora) Kota Pekalongan.

Sejak pagi, suasana di lokasi lomba tampak semarak dengan kehadiran puluhan peserta dari berbagai sanggar tari di Kota Pekalongan. Dengan busana khas dan tata rias yang apik, mereka menampilkan gerakan serta ekspresi tari klasik di hadapan dewan juri dan masyarakat yang memadati area pertunjukan.

Baca Juga:Pemkab Batang Jamin 17 Ribu Hektare Sawah Tetap Lestari di Tengah IndustriDua Penghuni Rumah di Kendal Ditemukan Tewas, Anak 7 Tahun Alami Luka Kekerasan

Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab, turut hadir secara langsung untuk menyaksikan penampilan anak-anak peserta. Dalam sambutannya di sela-sela acara, ia mengungkapkan rasa bangganya terhadap semangat dan antusiasme generasi muda yang begitu tinggi dalam mengikuti lomba tersebut.

“Harapannya dengan kegiatan lomba tari klasik ini bisa menumbuhkan rasa cinta seni tari klasik yang ada di anak-anak Kota Pekalongan, kemudian juga kita mencari bibit-bibit unggul agar tari klasik ini bisa terus dilestarikan,” ujarnya.

Balgis juga menyoroti pentingnya peran generasi muda sebagai pewaris budaya di tengah gempuran modernisasi dan budaya asing. Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi dan apresiasi terhadap warisan leluhur yang mulai jarang diminati oleh anak muda.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kota Pekalongan tidak berhenti pada satu kali penyelenggaraan. Melihat sambutan positif dari masyarakat dan peserta, Pemkot berencana menjadikan lomba tari klasik sebagai agenda tahunan.

“Insya Allah Pemerintah Kota Pekalongan akan menyelenggarakan kegiatan tari klasik ini setiap tahun agar lebih meningkatkan rasa cinta kepada seni budaya lewat tari klasik ini,” pungkasnya.

Selain menjadi ruang ekspresi dan pengembangan bakat, lomba ini juga diharapkan dapat memperkuat ekosistem seni budaya di Kota Pekalongan, termasuk mendorong kebangkitan sanggar-sanggar tari serta meningkatkan minat masyarakat terhadap kesenian tradisional.

Hingga berita ini diturunkan, panitia masih melakukan rekapitulasi hasil penjurian. Pemenang akan diumumkan dalam waktu dekat dan berhak mendapatkan penghargaan serta pembinaan lebih lanjut dari Dinparbudpora Kota Pekalongan. (nul)

0 Komentar