Pemkot Pekalongan Siapkan Tiga Gerakan Pangan Murah Hingga Akhir 2026

Pemkot Pekalongan Siapkan Tiga Gerakan Pangan Murah Hingga Akhir 2026
DOK. PANGAN MURAH – Warga antusias menyerbu kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemkot Pekalongan di Lapangan Mataram, pada Jumat, 3 Maret 2026 lalu.
0 Komentar

KOTA PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan keterjangkauan kebutuhan pokok bagi masyarakat. Hingga akhir tahun 2026, sedikitnya tiga agenda GPM direncanakan akan dilaksanakan secara bertahap.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinperpa Kota Pekalongan, Ani Kusumaningrum, mewakili Kepala Dinas Lili Sulistyawati, mengungkapkan bahwa salah satu dari tiga agenda tersebut telah dipastikan bertepatan dengan peringatan Hari Pangan Sedunia yang jatuh pada bulan Oktober mendatang. Adapun dua agenda lainnya masih dalam tahap penjadwalan, termasuk penentuan lokasi pelaksanaan yang akan disesuaikan dengan kebutuhan dan aksesibilitas masyarakat.

“Kami masih mengagendakan Gerakan Pangan Murah. Yang sudah kami pastikan mungkin bertepatan dengan Hari Pangan bulan Oktober. Tahun ini masih ada tiga kali Gerakan Pangan Murah,” ujar Ani.

Baca Juga:Pemkab Batang Jamin 17 Ribu Hektare Sawah Tetap Lestari di Tengah IndustriDua Penghuni Rumah di Kendal Ditemukan Tewas, Anak 7 Tahun Alami Luka Kekerasan

Dalam setiap pelaksanaannya, GPM menyediakan berbagai komoditas kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasaran. Jenis pangan yang ditawarkan meliputi beras, telur, minyak goreng, gula pasir, bawang merah, bawang putih, serta sejumlah kebutuhan pangan pokok lainnya. Kehadiran GPM diharapkan dapat meringankan beban pengeluaran masyarakat, terutama bagi kelompok ekonomi menengah ke bawah.

Selain menjadi wadah penyediaan pangan murah, GPM juga membuka ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memasarkan produk-produknya. Keterlibatan UMKM dalam kegiatan ini bertujuan untuk mendorong promosi sekaligus memperluas jangkauan pasar produk lokal di tengah masyarakat.

Ani menambahkan bahwa lokasi pelaksanaan GPM masih dalam tahap pemetaan. Pemerintah mempertimbangkan untuk menggelar kegiatan di tingkat kecamatan maupun kelurahan agar masyarakat dari berbagai wilayah dapat lebih mudah mengakses pangan dengan harga terjangkau.

“Salah satu yang menjadi pertimbangan adalah wilayah Kecamatan Pekalongan Barat,” katanya.

Sebelumnya, pelaksanaan GPM di Kota Pekalongan telah mendapatkan respons yang sangat positif dari masyarakat. Antusiasme warga terlihat dari tingginya jumlah pengunjung yang memanfaatkan kesempatan untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran.

Pemerintah Kota Pekalongan berharap pelaksanaan GPM secara berkelanjutan dapat membantu menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan, memperluas akses terhadap pangan bergizi dengan harga terjangkau, serta turut menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di wilayah Kota Pekalongan secara keseluruhan. (way)

0 Komentar