SD Muhammadiyah 1 Pekajangan Peringati Maulid dengan Susur Sungai dan Donasi

SD Muhammadiyah 1 Pekajangan Peringati Maulid dengan Susur Sungai dan Donasi
MALEKHA. KEGIATAN - Para siswa sholat SD Muhammadiyah 1 Pekajangan sedang melaksanakan sholat dhuha.
0 Komentar

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini dirayakan dengan cara yang berbeda dan penuh makna oleh seluruh civitas akademika SD Muhammadiyah 1 Pekajangan.

Sekolah dasar yang berlokasi di Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan ini menggelar kegiatan Pengajian dan Tadabur Alam dengan tema edukasi kelestarian lingkungan, yang salah satu rangkaiannya adalah mengajak para siswa menyusuri bantaran Sungai Sengkarang.

Langkah inovatif ini diambil sebagai bentuk respons nyata sekolah terhadap meningkatnya fenomena kerusakan alam yang terjadi di berbagai daerah belakangan ini.

Baca Juga:Pemkab Batang Jamin 17 Ribu Hektare Sawah Tetap Lestari di Tengah IndustriDua Penghuni Rumah di Kendal Ditemukan Tewas, Anak 7 Tahun Alami Luka Kekerasan

Melalui pendekatan pembelajaran kontekstual di luar ruangan, para siswa diajak secara langsung untuk melihat, merasakan, dan memahami pentingnya menjaga ekosistem sungai yang menjadi salah satu urat nadi lingkungan sekitar mereka. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana bagi siswa untuk merefleksikan nilai-nilai profetik dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala SD Muhammadiyah 1 Pekajangan, Eko Prajayanto, S.Th.I., menegaskan pentingnya menanamkan nilai-nilai keteladanan Nabi termasuk akhlak terhadap lingkungan hidup sejak usia dini. Menurutnya, meneladani Rasulullah tidak hanya terbatas pada ibadah ritual semata, melainkan juga menjaga bumi ciptaan Allah SWT dari kerusakan.

“Peringatan Maulid Nabi kali ini sengaja kami kemas dengan aksi cinta lingkungan karena melihat fenomena kerusakan alam yang makin memprihatinkan. Melalui rute menyusuri Sungai Sengkarang, kami mendidik anak-anak langsung di lapangan untuk menjaga, merawat, dan mencintai lingkungan sekitar,” ujar Eko.

Selain dibekali materi keagamaan dan edukasi ekologi, kegiatan tadabur alam ini juga dimanfaatkan sekolah untuk mengasah kepekaan sosial serta rasa empati para peserta didik terhadap sesama.

Pihak sekolah menginisiasi penggalangan dana kemanusiaan secara sukarela guna membantu masyarakat yang sedang tertimpa musibah bencana alam gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Aksi solidaritas tersebut mendapat sambutan dan antusiasme luar biasa dari seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga wali murid yang turut hadir. Berdasarkan rekapitulasi akhir panitia, dana sosial sukarela yang berhasil dikumpulkan dalam aksi spontan tersebut mencapai lebih dari Rp2.600.000.

Guna memastikan penyaluran bantuan berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran, pihak sekolah memastikan seluruh uang tunai yang terkumpul akan langsung diserahkan kepada korban bencana melalui lembaga resmi.

0 Komentar