KAJEN, RADARPEKALONGAN.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan berkomitmen menghidupkan kembali ruang ekspresi seni dan budaya daerah. Gedung Kesenian yang berlokasi di Kajen dan sempat mangkrak serta belum dimanfaatkan secara optimal dipastikan bakal diperbaiki pada tahun depan.
Langkah ini diambil guna memberikan sarana serta wadah yang layak bagi para pelaku seni, komunitas, dan generasi muda di Kabupaten Pekalongan untuk berkreasi secara berkelanjutan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, menegaskan bahwa pembenahan Gedung Kesenian kini menjadi salah satu prioritas perhatian pemerintah daerah.
Baca Juga:110 Ribu Pekerja Pekalongan Belum Terlindung BPJS Ketenagakerjaan, Pemkot Targetkan UCJ 33,88 PersenKejari Kendal Musnahkan 16,6 Gram Sabu, Ribuan Pil, dan 343 Ball Rokok Ilegal
“Gedung kesenian yang sudah mangkrak, insyaallah doakan, tahun depan kita perbaiki,” ujar Yulian.
Tidak hanya Gedung Kesenian, Pemkab Pekalongan juga berencana merehabilitasi panggung kesenian yang terletak di kawasan Alun-Alun Kajen. Harapannya, panggung terbuka tersebut dapat difungsikan secara rutin sebagai gelanggang apresiasi seni mingguan atau bulanan bagi warga.
Menariknya, Yulian menekankan bahwa pengembangan program seni, budaya, dan pemberdayaan masyarakat ini tidak perlu terus-menerus bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemkab akan menggandeng skema kolaborasi dengan pihak luar seperti Bank Indonesia dan Bank Jateng.
“Tidak semua kegiatan harus berbasis APBD. Alokasi APBD diprioritaskan untuk kebutuhan dasar seperti pengaspalan jalan, pembiayaan BPJS Kesehatan warga, serta sektor pendidikan. Kegiatan kreativitas ini insyaallah bisa dijalankan melalui semangat kolaborasi tanpa APBD,” jelas Yulian.
Melalui perbaikan Gedung Kesenian dan revitalisasi panggung Alun-Alun Kajen, Pemkab Pekalongan berharap pusat kegiatan kebudayaan kembali bergairah sekaligus mampu mengangkat potensi lokal daerah. (yon)
