BATANG, RADARPEKALONGAN.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang bersama DPRD mulai membahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2027.
Meski pembahasan awal telah berjalan, penyempurnaan akhir struktur fiskal daerah tersebut masih menunggu alokasi definitif dana Transfer ke Daerah (TKD) yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden (Perpres).
Wakil Bupati Batang, Suyono, memaparkan bahwa target pendapatan daerah pada RAPBD 2027 diproyeksikan mencapai Rp 1,870 triliun, atau naik Rp 50,470 miliar (2,77 persen) dibandingkan anggaran tahun sebelumnya.
Baca Juga:Khawatir Rusak Lingkungan, Warga dan Relawan Lereng Ungaran Konsolidasi Tolak Proyek GeothermalGempa M 3,8 Wonosobo Terasa hingga Batang, Satu Dapur Rumah Warga di Zona Merah Roboh
Dari total pendapatan tersebut, Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan sebesar Rp 443,891 miliar, sedangkan dana transfer dari pemerintah pusat direncanakan mencapai Rp 1,427 triliun.
Sementara itu, alokasi belanja daerah diproyeksikan sebesar Rp 1,943 triliun. Selisih belanja yang lebih besar dibanding pendapatan mengakibatkan RAPBD 2027 mengalami defisit sebesar Rp 72,450 miliar.
“Defisit tersebut akan ditutup melalui pembiayaan netto yang berasal dari selisih penerimaan dan pengeluaran pembiayaan. Struktur RAPBD 2027 masih berada dalam tahapan pembahasan bersama DPRD sembari menunggu Perpres alokasi definitif,” ujar Suyono di Batang, Senin (14/9/2026).
Pemkab Batang menegaskan penyusunan anggaran 2027 akan tetap mengedepankan efisiensi serta prioritas pembangunan daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Batang. (fel)
