KAJEN, RADARPEKALONGAN.ID — Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, mendorong Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kraton untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien secara berkelanjutan.
Pesan tersebut disampaikannya saat membuka pelaksanaan Survei Akreditasi RSUD Kraton yang diuji oleh Tim Surveyor dari Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARS-DHP) di Aula RSUD Kraton, Pekalongan, Senin (14/9/2026).
Sukirman menekankan bahwa penilaian akreditasi hendaknya tidak dipandang sebatas seremonial mengejar predikat, melainkan harus diintegrasikan sebagai budaya kerja operasional harian.
Baca Juga:Hemat Biaya hingga Rp 2,3 Juta, Dinperinaker Pekalongan Dorong IKM Daftarkan Merek DagangAngin Kencang Picu Kebakaran di Eks TPA Darupono Kendal, 11 Armada Gabungan Diterjunkan
“Akreditasi rumah sakit bukan semata-mata untuk mendapatkan predikat. Lebih dari itu, akreditasi harus menjadi bagian dari upaya membangun budaya mutu dan keselamatan pasien secara berkelanjutan,” ujar Sukirman di Pekalongan, Selasa (15/9/2026).
Sukirman menambahkan, masukan serta rekomendasi dari tim penilai akreditasi sangat krusial bagi pemerintah daerah dan manajemen rumah sakit dalam merumuskan terobosan atas tantangan dinamika Universal Health Coverage (UHC) serta keterbatasan anggaran fiskal daerah.
Di sisi lain, Direktur RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan, dr. Henny Rosita, Sp.KJ., M.Kes., menyampaikan secara terbuka bahwa saat ini rumah sakit plat merah tersebut sedang berada dalam tahap transisi proses relokasi gedung.
Meski tengah bersiap menempati lokasi pelayanan baru, Henny menegaskan bahwa penyesuaian infrastruktur tersebut tidak akan mengurangi standar mutu medis maupun pengawasan keselamatan pasien. (yon)
