KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID — Keterbatasan penglihatan tidak menyurutkan langkah Ayu Putri Rachmawati (23), mahasiswi Fakultas Tarbiyah UIN Walisongo Semarang asal Kelurahan Pegulon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, untuk berbagi ilmu kepada sesama penyandang disabilitas.
Di tengah perjuangannya menuntaskan studi semester akhir, Ayu menginisiasi program pendampingan pembelajaran Bahasa Arab khusus bagi para santri tunanetra di Komunitas Sahabat Mata Semarang melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pengakuan Khusus.
Program pendampingan tersebut dirancang secara intensif dengan mengajarkan pengenalan kosakata harian (mufradat), percakapan dasar (hiwar), hingga tata bahasa menggunakan metode audio dan media animasi yang mudah dipahami.
Baca Juga:Hemat Biaya hingga Rp 2,3 Juta, Dinperinaker Pekalongan Dorong IKM Daftarkan Merek DagangAngin Kencang Picu Kebakaran di Eks TPA Darupono Kendal, 11 Armada Gabungan Diterjunkan
“Saya ingin memastikan keterbatasan penglihatan tidak menjadi penghalang bagi santri Sahabat Mata untuk mendalami Bahasa Arab. Metode yang interaktif dan adaptif membuat mereka lebih cepat menyerap materi,” ujar Ayu di Kendal, Sabtu (12/9/2026) malam.
Selain aktif mengajar, penyandang tunanetra yang juga menjadi tenaga pengajar privat di Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kabupaten Kendal ini hadir sebagai tamu kehormatan dalam Festival Literasi yang digelar Dinarpus Kendal untuk memperagakan kelancaran membaca buku Braille.
Pengasuh Komunitas Sahabat Mata Semarang, Basuki, mengapresiasi dedikasi Ayu yang dinilai berhasil mendongkrak rasa percaya diri dan motivasi belajar para santri tunanetra dalam menguasai bahasa asing. (fur)
