PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan bersama Tim Penggerak (TP) PKK setempat menyiapkan program “Gerakan Jelantah Jadi Rupiah” guna mendorong pengelolaan limbah minyak goreng bekas berbasis ekonomi kerakyatan.
Melalui program ini, minyak jelantah rumah tangga yang selama ini dibuang sembarangan akan dikumpulkan secara terstruktur untuk dikonversi menjadi tabungan rupiah sekaligus bahan baku energi ramah lingkungan biodiesel.
Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Inggit Soraya, menjelaskan bahwa peluncuran (launching) gerakan ini dijadwalkan berlangsung pada 5 Oktober 2026 bertepatan dengan pembukaan Festival Literasi Kota Pekalongan.
Baca Juga:Progres Capai 85 Persen, Jembatan Gantung Gading Asri Kendal Pangkas Jarak Tempuh Warga Jadi 1 KmAda Keuntungan? Ramalan Keuangan Zodiak 18 September 2026 untuk Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces
“Selama ini jelantah biasanya dibuang begitu saja dan mencemari lingkungan. Padahal jika dikumpulkan bisa menjadi tabungan. Harapannya ini menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan,” kata Inggit di Pekalongan, Rabu (16/9/2026).
Dalam skema pengumpulan yang disiapkan, minyak jelantah dari masyarakat akan dihargai sebesar Rp 6.000 per liter, di mana pengumpulan di tingkat kelurahan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) selanjutnya dihimpun di Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Gerakan ini juga menargetkan partisipasi aktif sekitar 5.000 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Pekalongan sebagai penggerak awal sebelum meluas ke seluruh kalangan ibu rumah tangga.
Pemkot Pekalongan optimis kolaborasi pengolahan jelantah dengan pihak ketiga ini dapat menekan angka pencemaran saluran air kota sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga. (nul)
