Rangkul 26 Siswa ABK, SDN Landungsari 5 Pekalongan Bangun Budaya Literasi Inklusif Lewat Perpustakaan

Rangkul 26 Siswa ABK, SDN Landungsari 5 Pekalongan Bangun Budaya Literasi Inklusif Lewat Perpustakaan
MALEKHA. STRATEGI - Sekolah Dasar Negeri (SDN) Landungsari 5 Kota Pekalongan memiliki strategi pembelajaran tersendiri untuk menghadapi sekitar 70 siswa yang menempuh pendidikan di sekolah tersebut.
0 Komentar

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Sekolah Dasar Negeri (SDN) Landungsari 5 Kota Pekalongan menerapkan strategi pendidikan inklusif untuk memfasilitasi keberagaman kebutuhan belajar para peserta didiknya.

Dari total 70 siswa yang terdaftar di sekolah tersebut, sebanyak 26 anak di antaranya merupakan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dengan beragam kondisi, mulai dari hambatan wicara, autisme, hambatan psikososial, hingga kesulitan belajar spesifik.

Mengingat kompleksitas tantangan yang dihadapi, pihak sekolah tidak menerapkan metode penyamarataan, melainkan fokus pada pendekatan personal (individualized learning).

Baca Juga:Kebakaran di Kota Pekalongan Melonjak hingga 75 Kejadian, Damkar Gandeng Hotel Amankan Air13 Kursi Kades dan 338 Perangkat Desa di Kendal Kosong, Pemkab Genjot Raperda Pilkades

Kepala SDN Landungsari 5 Pekalongan, Sri Hartati, menjelaskan bahwa pendampingan secara individu sangat krusial, terutama dalam mengasah kemampuan dasar membaca dan menulis siswa ABK.

“Setiap anak memiliki kebutuhan dan ritme perkembangan yang berbeda. Karena itu, kami mengidentifikasi hambatan masing-masing siswa dan memberikan pendampingan membaca secara personal agar tidak ada anak yang tertinggal,” ujar Sri Hartati di Pekalongan, Selasa (22/9/2026).

Pendekatan fleksibel ini dikombinasikan dengan penguatan ekosistem literasi berbasis perpustakaan sekolah.

SDN Landungsari 5 sukses mengintegrasikan fungsi perpustakaan secara langsung ke dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) guna membangun karakter pembelajar sepanjang hayat.

Dengan ketersediaan koleksi buku yang memadai serta tenaga pendidik yang terlatih dalam pengelolaan perpustakaan inklusif, sekolah optimistis dapat mencetak generasi muda Pekalongan yang literat, mandiri, dan berkarakter. (mal)

0 Komentar