Kenalkan Mitigasi Kebakaran Sejak Dini, Damkar Pekalongan Edukasi Siswa PAUD dan Orang Tua

Kenalkan Mitigasi Kebakaran Sejak Dini, Damkar Pekalongan Edukasi Siswa PAUD dan Orang Tua
TRIYONO. EDUKASI - UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Pekalongan memberikan edukasi pencegahan dan bahaya kebakaran pada anak anak PAUD.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID — Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Pekalongan menggelar edukasi keselamatan dan mitigasi bahaya kebakaran sejak dini kepada belasan anak usia dini di Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Kegiatan outing class yang berlangsung di markas Damkar Pekalongan tersebut diikuti sebanyak 29 siswa PAUD Terpadu Aisyiyah Sidodadi beserta jajaran guru dan pendamping orang tua.

Para siswa tidak hanya dikenalkan pada profesi dan tugas penyelamatan petugas Damkar, tetapi juga diajak mengenali fungsi berbagai peralatan armada pemadam, simulasi darurat, hingga tata cara penanganan awal kebocoran tabung gas LPG.

Baca Juga:Pemkab Batang Kebut Perda RTRW Kota Baru, LP2B Capai 88 Persen Amankan Pangan DaerahHarga Pakan Meroket, Peternak Ayam Petelur di Patean Kendal Mulai Nombok

Plt Kepala UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Pekalongan, Andri Setioko, mengungkapkan bahwa pemahaman mengenai keselamatan dan bahaya api perlu ditanamkan sejak usia dini melalui metode yang ramah anak.

“Anak-anak kami kenalkan dengan tugas pemadam yang tidak sekadar memadamkan api, tetapi juga fungsi penyelamatan (rescue). Kami juga memberikan simulasi mitigasi kebocoran gas yang ditujukan bagi orang tua dan guru,” ujar Andri di Kedungwuni, Pekalongan.

Selain mengenalkan peralatan utama seperti selang, nozzle, dan alat pelindung diri (APD), petugas memberikan peragaan mengenai langkah antisipasi jika mencium bau kebocoran gas LPG di rumah tangga.

Andri mengimbau para orang tua agar rutin melakukan pemeriksaan berkala pada regulator dan selang gas guna mencegah risiko kebakaran pemukiman.

“Edukasi sejak dini membentuk karakter tanggap bencana. Harapan kami, anak-anak memahami prinsip dasar keselamatan, sementara orang tua makin sigap dan tenang saat menghadapi potensi darurat di rumah,” kata Andri. (Yon)

0 Komentar