Ancaman Banjir Banyuurip, Pemkab Kendal Alokasikan APBD Normalisasi 1.000 Meter Sungai Penut

Ancaman Banjir Banyuurip, Pemkab Kendal Alokasikan APBD Normalisasi 1.000 Meter Sungai Penut
ABDUL GHOFUR. BERI KETERANGAN - Kepala Desa Banyuurip Kecamatan Ngampel, Busari, saat memberikan keterangan.
0 Komentar

KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal mengalokasikan anggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 untuk melakukan pengerukan dan pengerjaan pemeliharaan Sungai Penut sepanjang 1.000 meter.

Langkah ini diambil untuk menanggulangi ancaman banjir tahunan yang kerap meluap dan merendam pemukiman serta areal persawahan warga di Desa Banyuurip, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menjelaskan bahwa pemeliharaan alur sungai tetap menjadi prioritas daerah meski kewenangan teknis tata kelola Sungai Penut berada di bawah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng).

Baca Juga:Buntut Keracunan MBG di Bawang, DPRD Batang Beri Ultimatum 2 Bulan Pembenahan Dapur SPPGKasus Kebakaran di Kendal Tembus 312 Kejadidang, Pemkab Tekankan Pentingnya Penanganan Menit Awal

“Pemeliharaan Sungai Penut disiapkan sepanjang 1.000 meter. Meskipun pengerjaannya dilakukan secara bertahap mengingat keterbatasan anggaran APBD, langkah ini sangat mendesak untuk mengurangi risiko genangan,” kata Dyah di Kendal, Senin (28/9/2026).

Dyah menambahkan, selain Sungai Penut, Pemkab Kendal juga mengucurkan alokasi normalisasi untuk sejumlah titik rawan banjir lainnya, di antaranya Sungai Aji di kawasan Pasar Gladak, Kali Kendal, serta Kali Kancar.

Sementara itu, Kepala Desa Banyuurip, Busari, mengungkapkan bahwa pendangkalan dan penyempitan badan sungai akibat sedimentasi parah menjadi penyebab utama banjir luapan setiap kali hujan deras mengguyur.

Kondisi tersebut tidak hanya berpotensi merendam ratusan rumah milik warga di beberapa wilayah RT, tetapi juga mengancam produktivitas puluhan hektare lahan pertanian siap panen.

Pemerintah Desa Banyuurip berharap pengerukan porsi awal sepanjang satu kilometer tersebut dapat ditindaklanjuti secara berkesinambungan hingga seluruh alur sungai kembali memiliki daya tampung debit air yang optimal. (fur)

0 Komentar