Siap Bantu Warga, 100 Kader GP Ansor Patean Kendal Ikuti Pelatihan Pemulasaraan Jenazah

Siap Bantu Warga, 100 Kader GP Ansor Patean Kendal Ikuti Pelatihan Pemulasaraan Jenazah
ABDUL GHOFUR. PEMULASARAAN JENAZAH - Kader GP Ansor Patean mengikuti praktik pemulasaraan jenazah menggunakan mannequin dalam pelatihan yang digelar PAC GP Ansor Patean bersama KUA Kecamatan Patean, Minggu (27/9/2026).
0 Komentar

KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID — Sebanyak 100 kader muda Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Patean mengikuti pelatihan pemulasaraan jenazah yang digelar di MTs NU 29 Curugsewu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Minggu (27/9/2026).

Kegiatan pembekalan keagamaan yang bekerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Patean ini bertujuan mencetak generasi muda yang siap terjun langsung melayani kebutuhan pemulasaraan jenazah masyarakat desa.

Perwakilan Bidang Dakwah PAC GP Ansor Patean, Ya’qub Haidar, menyampaikan bahwa kemampuan mengurus jenazah merupakan kewajiban fardu kifayah yang mendesak untuk dikuasai generasi muda Nahdlatul Ulama.

Baca Juga:Buntut Keracunan MBG di Bawang, DPRD Batang Beri Ultimatum 2 Bulan Pembenahan Dapur SPPGKasus Kebakaran di Kendal Tembus 312 Kejadidang, Pemkab Tekankan Pentingnya Penanganan Menit Awal

“Pemulasaraan jenazah merupakan kewajiban sosial keagamaan yang harus dikuasai, terutama oleh generasi muda. Kader Ansor harus memiliki keterampilan praktis agar tidak sekadar menjadi penonton saat ada warga yang meninggal,” kata Ya’qub di Kendal, Minggu.

Dalam pelatihan tersebut, peserta dibimbing langsung oleh petugas KUA Kecamatan Patean, Nur Khozin. Materi diajarkan secara komprehensif mulai dari fikih jenazah, tata cara memandikan, teknik mengafani menggunakan media boneka peraga (mannequin), hingga pelaksanaan shalat jenazah.

Membuka kegiatan tersebut, Rais Syuriyah MWC NU Patean, KH Ahmad Rajin, menegaskan pentingnya regenerasi petugas pemulasaraan di tingkat ranting agar tidak terjadi krisis tenaga terampil saat warga membutuhkan.

Ia juga mendorong agar pelatihan serupa ke depan dapat melibatkan kader perempuan dari Fatayat NU guna memfasilitasi pemulasaraan jenazah warga perempuan secara syar’i. (fur)

0 Komentar