Wadah Bakat Nonakademik Siswa, Lomba MAPSI Dindik Pekalongan Banjiro Apresiasi Orang Tua

Wadah Bakat Nonakademik Siswa, Lomba MAPSI Dindik Pekalongan Banjiro Apresiasi Orang Tua
MALEKHA. PENAMPILAN - Salah satu penampilan siswa dalam nang MAPSI kategori lomba rebana.
0 Komentar

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Komitmen Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Pekalongan dalam memfasilitasi minat dan bakat nonakademik peserta didik mendapat sambutan hangat dari para orang tua murid.

Apresiasi tersebut mengalir seiring suksesnya penyelenggaraan Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) tingkat Kota Pekalongan. Ajang tahunan ini menjadi wadah unjuk potensi, pengetahuan agama, serta kreativitas seni Islami bagi pelajar setempat.

Salah satu orang tua peserta cabang seni kaligrafi, Iza Himawati, mengaku sangat terbantu dengan adanya wadah kompetisi yang disediakan oleh pemerintah daerah tersebut.

Baca Juga:Penyaluran Bantuan Beras di Kendal Capai 93 Persen, Bulog Targetkan Rampung Akhir SeptemberBuntut Keracunan MBG di Bawang, DPRD Batang Beri Ultimatum 2 Bulan Pembenahan Dapur SPPG

“Bagi orang tua tentu sangat senang karena ada fasilitas dari Dinas Pendidikan untuk anak-anak mengeksplorasi bakatnya, terutama potensi nonakademik. Kami sebagai orang tua sangat antusias,” ujar Iza di Pekalongan.

Iza menceritakan, putrinya dapat mengikuti perlombaan dengan lancar lantaran seni kaligrafi telah menjadi bagian dari kegiatan ekstrakurikuler rutin di sekolah. Menjelang ajang MAPSI, porsi latihan dipertajam selama satu hingga dua bulan untuk memantapkan teknik melukis dan penulisan.

Melihat dampak positifnya terhadap kepercayaan diri anak, Iza berharap Dindik Kota Pekalongan dapat terus menambah variasi cabang perlombaan di masa mendatang agar semakin banyak potensi terpendam siswa yang tersalurkan.

Selain penambahan kategori lomba, para orang tua juga mengharapkan konsistensi penerapan sistem penilaian yang objektif dan transparan. Hal ini penting untuk menjaga semangat kompetisi yang sehat di kalangan pelajar.

Melalui konsistensi penyelenggaraan ajang seperti MAPSI, para siswa di Kota Pekalongan tidak hanya diajak mengejar prestasi dan juara, tetapi juga mendapatkan panggung nyata untuk membentuk karakter serta mengasah potensi diri di luar ruang kelas. (mal)

0 Komentar