Musim Panen Tembakau 2026 di Kendal Usai, Petani Mulai Bersiap Menuju Masa Tanam Berikutnya

Musim Panen Tembakau 2026 di Kendal Usai, Petani Mulai Bersiap Menuju Masa Tanam Berikutnya
ABDUL GHOFUR. LAHAN KOSONG - Petani dan kondisi sawah di Desa Kedunggading, Kecamatan Ringinarum, Kendal, usai panen tembakau rampung, Rabu (30/9/2026).
0 Komentar

KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID — Musim panen tembakau tahun 2026 di sejumlah wilayah sentra pertanian Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, telah usai.

Usai seluruh daun dipetik dan sisa batang tanaman dicabut, kawasan persawahan di beberapa kecamatan seperti Ringinarum dan Ngampel kini memasuki masa jeda menganggur menjelang persiapan musim tanam berikutnya.

Petani di Desa Kedunggading, Kecamatan Ringinarum, Suwanto, menuturkan bahwa berakhirnya masa panen menjadi fase krusial untuk mengalkulasi pendapatan bersih serta membagi modal kerja lanjutan.

Baca Juga:Dampak Kemarau Panjang di Batang, Harga Cabai Merangkak Naik dan Kualitas Panen TurunGagalkan Rencana Tawuran di Kendal, Polisi Amankan Pelaku dan Sita Celurit Sepanjang 2 Meter

“Dari hasil panen dapat sekitar Rp 87 juta. Namun, setelah dipotong untuk biaya sewa lahan selama setahun dan operasional budidaya, sisa bersih yang bisa dimanfaatkan sekitar Rp 35 juta,” ujar Suwanto di Kendal, Rabu (30/9/2026).

Suwanto menjelaskan, alokasi untuk sewa lahan dan pengolahan tanah menjadi komponen pengeluaran terbesar yang wajib disisihkan agar keberlangsungan aktivitas pertanian tetap terjaga.

Kondisi berbeda dialami oleh petani asal Desa Kebonagung, Kecamatan Ngampel, Majidin, yang menggarap lahan sawah milik pribadi. Tanpa beban biaya sewa tanah, margin keuntungan dari hasil penjualan tembakau dapat dialokasikan lebih fleksibel, termasuk untuk pemenuhan kebutuhan sekunder keluarga.

Kini, para petani di kawasan sentra pertanian Kendal memanfaatkan masa jeda lahan untuk membersihkan sisa pakan serta memantau kondisi cuaca dan ketersediaan air irigasi sebelum kembali mengolah tanah untuk komoditas selanjutnya. (fur)

0 Komentar