Mentan Siapkan Pabrik Tepung Telur Rp 200 Miliar di Kendal, Jamin Pasokan Jagung SPHP Peternak

Mentan Siapkan Pabrik Tepung Telur Rp 200 Miliar di Kendal, Jamin Pasokan Jagung SPHP Peternak
DOK. ISTIMEWA. PENYALURAN JAGUNG - Menteri Pertanian RI hadiri acara Penyaluran Jagung SPHP kepada Peternak Mikro yang diselenggarakan oleh Badan Pangan Nasional dan Bulog di Pancoran, Jakarta Selatan pada Jumat, (9/10/2026).
0 Komentar

KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID — Pemerintah melalui Kementerian Pertanian bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyetujui rencana investasi pembangunan pabrik olahan tepung telur dan tepung daging senilai Rp 200 miliar di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Langkah strategis hilirisasi peternakan tersebut disepakati guna merespons dan menindaklanjuti aspirasi para peternak ayam petelur yang disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPR RI.

Fasilitas pabrik pengolahan di Kendal ini diproyeksikan menjadi solusi permanen untuk menyerap surplus pasokan telur segar (over supply) sekaligus menekan ketergantungan impor bahan baku pakan serta olahan pangan hewani nasional.

Baca Juga:Respons Aduan Warga, Bupati Kendal Sidak IPAL Tiga Dapur SPPG dan Minta Perbaikan SegeraRazia Tempat Hiburan Malam di Kendal, Polisi dan BNNK Temukan Dua Orang Positif Narkoba

“Kami mengapresiasi pemerintah dan Komisi IV DPR RI yang telah menerima serta memperjuangkan aspirasi peternak. Yang paling kami butuhkan sekarang adalah kepastian pasokan jagung dan langkah nyata untuk menyerap kelebihan produksi telur,” ujar Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera Jawa Tengah, Suwardi, di Kendal.

Suwardi memaparkan, selain investasi hilirisasi di Kendal, pemerintah telah memutuskan pengalokasian pakan tahap kedua program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung sebesar 150.000 ton, ditambah cadangan kebutuhan peternak sebanyak 73.000 ton untuk lima bulan ke depan.

Untuk menjaga kestabilan tata niaga pakan peternak, pemerintah juga memfasilitasi pendistribusian bungkil kedelai seharga Rp 8.630 per kilogram melalui PT Berdikari, bantuan alat pemipil jagung, serta penerbitan sistem resi gudang.

Sinergi antara pemerintah pusat, DPR RI, dan asosiasi peternak diharapkan mampu memberikan kepastian pasar bagi peternak lokal sekaligus memperkuat pilar ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan. (fur)

0 Komentar