KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID — Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Kendal mencatatkan penurunan sebanyak 3.450 jiwa sepanjang tahun 2026.
Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kendal, persentase penduduk miskin menyusut dari 8,40 persen (83.730 jiwa) pada 2025 menjadi 8,07 persen (80.280 jiwa) pada 2026.
Capaian tersebut dipaparkan dalam agenda Statistical Coaching Clinic sosialisasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Gedung Setda Kendal, Jawa Tengah, Kamis (22/10/2026).
Baca Juga:Skrining 114 Ribu Warga Kendal, Dinkes Temukan 347 Orang Terindikasi Mengalami DepresiTilep Uang Saku Atlet Rp 798,8 Juta, Wakil Bendahara Umum KONI Kendal Ditahan Kejari
“Pemahaman terhadap angka kemiskinan harus tepat. Data ini krusial sebagai dasar perencanaan dan evaluasi kebijakan, termasuk penyaluran program perlindungan sosial,” ujar Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, di Kendal.
Kepala BPS Kabupaten Kendal, Ade Sandi Parwoto, menjelaskan perbaikan juga terjadi pada indeks kedalaman kemiskinan (P1) yang turun dari 1,47 ke 1,11, serta indeks keparahan kemiskinan (P2) yang membaik dari 0,35 menjadi 0,22.
Adapun garis kemiskinan Kabupaten Kendal mengalami kenaikan dari Rp 521.061 menjadi Rp 585.275 per kapita per bulan akibat peningkatan nilai minimum kebutuhan dasar masyarakat.
Bupati Dyah Kartika meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) hingga pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk memahami pengelompokan desil DTSEN secara objektif agar penyaluran bantuan sosial tepat sasaran tanpa memicu kekeliruan publik. (fur)
