PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Upaya pencegahan aksi perundungan (bullying) dan kenakalan remaja terus digencarkan melalui pendekatan edukasi empiris bagi para pelajar di Kota Pekalongan, Jawa Tengah.
Guna menumbuhkan kesadaran hukum sejak dini, sebanyak 190 siswa SMP Negeri 2 Pekalongan diajak mengikuti kegiatan outing class dengan belajar langsung di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan.
Melalui kunjungan ini, para siswa mempelajari dampak hukum dari perkelahian dan perundungan, sekaligus melihat langsung kehidupan serta program pembinaan bagi warga binaan rutan.
Baca Juga:Tekan Angka Kecelakaan, Polres Pekalongan Kota Gelar Operasi Patuh Candi 2026 Selama 14 HariWawali Balgis Diab Dorong Penataan Kawasan Kumuh dan Rehabilitasi RTLH di Pekalongan Terintegrasi
“Ini sebagai sarana edukasi untuk pengenalan lingkungan sekaligus mengenalkan kepada anak-anak bahwa bullying ataupun perkelahian itu dilarang,” ujar Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 2 Pekalongan, Anisa Dewi Wulandari, saat mendampingi para siswa di Pekalongan.
Kepala Rutan Kelas IIA Pekalongan, Nanang Adi Susanto, menyambut langsung rombongan pelajar dan mengajak mereka meninjau berbagai fasilitas pembinaan kemandirian warga binaan, seperti area pertanian dan peternakan.
“Dalam kesempatan itu, kami juga mengingatkan para siswa agar tidak mudah terpengaruh perilaku negatif hanya demi mendapatkan pengakuan dari teman sebaya,” kata Nanang Adi Susanto menegaskan.
“Kadang mereka cuma lihat YouTube, niruin, biar keren di temannya. Padahal itu pelanggaran,” ungkap Nanang.
“Jangan sampai mereka sebagai generasi penerus bangsa melakukan tindak pidana yang akhirnya membuat mereka menyesal di masa depan,” pesan Nanang di akhir pengarahannya.
Kunjungan edukatif ini memberikan kesan mendalam serta pemahaman baru mengenai bahaya kenakalan remaja bagi peserta didik.
“Kami sebagai siswa mendapatkan penjelasan mengenai kenakalan remaja dan bullying,” ujar siswa kelas VII B SMPN 2 Pekalongan, Karunia Fajar Siddiq.
Baca Juga:Sukses Besar! Ratusan KR Padati Buper Mentek, Buktikan Solidnya Komunitas Campervan BregasbakalangAsyik Bermain di Sungai Bodri Pegandon Kendal, Dua Bocah SD Ditemukan Meninggal Dunia Hanyut
Pihak sekolah dan instansi penegak hukum berharap edukasi ini mampu memutus rantai perundungan demi menciptakan ekosistem belajar yang aman dan bebas dari kekerasan fisik maupun digital. (mal)
