KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID — Di tengah modernisasi alat tangkap dan kemudahan teknologi prakiraan cuaca, sebagian nelayan di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, memilih menambatkan perahu dan tidak melaut pada malam Jumat Kliwon.
Bagi masyarakat pesisir tertentu, hari tersebut bukan sekadar waktu mencari nafkah di laut, melainkan ruang sakral yang masih terikat erat dengan keyakinan, tradisi, serta penghormatan terhadap warisan leluhur.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kendal, Triono, mengungkapkan bahwa aturan pantangan melaut pada malam Jumat Kliwon tidak bersifat mutlak dan tidak diberlakukan seragam oleh seluruh nelayan.
Baca Juga:Teriakan Anak Sekolah Bongkar Penemuan Kakek 77 Tahun Tewas Mengapung di Sungai Langenharjo KendalIndustrialisasi Melaju Pesat, 2.000 Kasus HIV/AIDS Terdata Intai Generasi Muda Kabupaten Kendal
Sebagian besar anggota komunitas nelayan tetap memilih berlayar mencari ikan apabila kondisi gelombang laut dan peluang tangkapan dinilai menguntungkan.
“Paling hanya beberapa orang yang tidak berangkat melaut. Yang lainnya masih banyak yang berangkat,” ujar Triono, Kamis (29/10/2026).
Pilihan tersebut dikembalikan sepenuhnya kepada prinsip masing-masing individu, di mana sebagian nelayan memanfaatkan malam keramat tersebut untuk beristirahat total setelah bekerja keras selama sepekan penuh.
Dinamika serupa juga terlihat di sentra nelayan Tawang, Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari. Tokoh nelayan setempat, Suwandi, menyebutkan bahwa aktivitas pelayaran komersial tetap berjalan normal.
“Yang menganggapnya sebagai suatu pantangan dan memberikan sesaji di TPI tidak banyak, hanya satu dua orang saja,” tutur Suwandi.
Kendati demikian, tradisi mangkir melaut secara masif justru masih dipegang teguh oleh warga Desa Magersari, Kecamatan Patebon. Kepala Desa Magersari, Muhyidin, menegaskan bahwa hampir seluruh warganya kompak libur berlayar.
“Jadi, hampir semua warga kami nggak ada yang melaut pada Jumat Kliwon karena Jumat Kliwon merupakan hari sakral,” tegas Muhyidin.
Baca Juga:Berikan Ruang! Ramalan Cinta Zodiak 30 Oktober 2026 untuk Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan PiscesAda Perselisihan? Ramalan Cinta Zodiak Jumat 30 Oktober 2026 untuk Leo, Virgo, Libra, dan Scorpio
Masyarakat Desa Magersari biasanya mengisi malam sakral tersebut dengan menggelar tradisi selamatan desa serta mendoakan leluhur di kompleks makam yang diyakini sebagai peristirahatan wali lokal, Hasan Abdul Hamid.
Bagi warga pesisir setempat, kepatuhan menjaga tradisi ini bukan sekadar tunduk pada mitos masa lalu, melainkan wujud penjagaan identitas kultural dan merawat ikatan kebersamaan antarwarga desa. (fur)
