Sekilas, lontong ini mirip dengan opor ayam. Namun, sayur santan kuning dengan rasa gurih pedas dan lontong segitiganya membuatnya unik. Lontong tuyuhan biasanya disajikan dengan daging ayam, tempe, dan bawang goreng di atasnya. Yang membedakannya dari opor ayam adalah kuahnya yang tidak terlalu kental dan tidak terlalu encer.
4. Kopi lelet Lasem yang terkenal dan unik
Bagi para pecinta kopi, kopi lelet adalah pilihan yang pas untuk dijadikan oleh-oleh. Kopi lelet kini menjadi kopi otentik di Rembang, khususnya Kecamatan Lasem. kopi lelet punya sensasi tersendiri yang tidak bisa didapat di kopi-kopi lain. Dibandingkan dengan kopi lain, kopi lelet memiliki rasa yang lebih kuat dan tekstur pada butiran yang lebih lembut karena proses penggilingan tradisional yang menggunakan metode sangrai dan penggilingan yang sangat halus.
Kopi Lelet tidak hanya mirip dengan nglelet dari sisi minumannya. Dengan kata lain, batang rokok dibatikan dan ampas kopi dicampur dengan susu krimer digunakan sebagai tintanya. Ampas yang digunakan untuk melelet rokok akan mengeluarkan aroma kopi saat dihisap. Menikmati kopi dan rokok dengan cara membatiknya memang sudah menjadi kebiasaan masyarakat sekitar. Jadi, lelet tidak berarti lambat atau lemot.
Baca Juga:Glamping Hits di Wonosobo dengan Suasana Sejuk Ini 4 Pilihan PopulerWonosobo Punya Banyak Spot Instagramable, Ini 3 Rekomendasi Glamping Menarik
5. Batik Lasem dengan motif unik dan cantik
Kunjungan ke Rembang tidak lengkap tanpa membawa Batik Lasem, yang merupakan warisan budaya yang unik dan melegenda di seluruh dunia.
Setiap helai dan corak Batik Lasem memiliki sejarah yang kuat karena memiliki motif dan corak yang unik yang berasal dari perpaduan gaya Jawa, Belanda, dan Tiongkok.
Anda dapat membawa batik ini ke rumah dalam bentuk kain atau pakaian jadi. Warga lokal juga sering membuat sarung Batik lasem untuk mendampingi aktivitas sehari-hari.
Sumber: Kumparan.comFto: Ai/Gpt
Kode Nama: Tim
