RADARPEKALONGAN.ID, PANINGGARAN – Komandan Kodim (Dandim) 0710/Pekalongan, Letkol Arm Ihalauw Garry Herlambang, turun langsung meninjau progres pembangunan infrastruktur dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun 2026. Peninjauan dilakukan di lokasi pengaspalan jalan Desa Werdi, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, Minggu (1/3/2026).
Proyek pengaspalan jalan sepanjang 791 meter dengan lebar 3 hingga 3,5 meter ini menjadi fokus utama karena fungsinya yang sangat strategis bagi warga di pegunungan Pekalongan. Jalur ini merupakan urat nadi yang menghubungkan Desa Sukoharjo di Kecamatan Kandangserang dengan Desa Werdi di Kecamatan Paninggaran.
“Hari ini saya pribadi melaksanakan peninjauan tentang progres TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 di Desa Werdi. Di sini kita melaksanakan pengaspalan jalan dengan panjang kurang lebih 791 meter dan lebar 3 hingga 3,5 meter,” ujar Letkol Arm Garry Herlambang di lokasi kegiatan.
Baca Juga:Memukau di D’Modifest 2026, Batik Rifaiyah Batang Rancangan Wulan Velea Siap Tembus Pasar NasionalRespon Konflik Timur Tengah, PCNU Kota Pekalongan Instruksikan Warga Nahdliyin Baca Qunut Nazilah
Berpacu dengan Cuaca Ekstrem
Meski progres fisik saat ini sudah menyentuh angka 50 persen, pengerjaan di lapangan bukan tanpa hambatan. Letkol Arm Garry mengungkapkan bahwa kondisi geografis Paninggaran yang menanjak serta cuaca ekstrem menjadi tantangan berat bagi para prajurit dan warga.
Hujan deras yang mengguyur wilayah pegunungan hampir setiap hari memaksa tim Satgas TMMD untuk bekerja ekstra cepat demi mengejar target penutupan program pada pertengahan Maret mendatang.
“Tantangan utamanya adalah kondisi cuaca, di mana hujan turun hampir setiap hari. Kami harus berlomba dengan waktu karena target penyelesaian adalah tanggal 11 Maret mendatang,” tuturnya secara lugas.
Selain faktor alam, kendala teknis seperti pelangsiran material juga menjadi perhatian. Truk pengangkut aspal dan material tidak bisa langsung mencapai titik akhir lokasi karena medan yang sempit, sehingga material harus dipindahkan secara bertahap agar tidak merusak badan jalan yang sedang dikerjakan.
Sinergi TNI-Rakyat Bangkitkan Ekonomi
Dandim optimistis proyek ini akan tuntas tepat waktu berkat semangat gotong royong yang tinggi antara personel Koramil, perangkat desa, dan masyarakat setempat. Sinergi ini menjadi mesin utama penggerak pembangunan di daerah pelosok.
Akses jalan yang mulus nantinya diharapkan mampu memangkas waktu tempuh warga secara signifikan. Jika sebelumnya warga harus memutar jauh, kini mobilitas hasil bumi dan akses layanan publik akan menjadi lebih efisien.
