RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan berkolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) setempat resmi mencanangkan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik). Langkah strategis ini diambil guna memperkuat kualitas pendataan agar perencanaan pembangunan daerah menjadi lebih akurat dan tepat sasaran.
Tiga wilayah yang ditunjuk sebagai kawasan percontohan Program Desa Cantik tahun 2026 ini berada di Kecamatan Pekalongan Selatan, yaitu Kelurahan Banyurip, Buaran Kradenan, dan Kuripan Kertoharjo.
Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab, menegaskan bahwa pencanangan ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan tata kelola data di tingkat paling dasar, yakni kelurahan.
Baca Juga:Pimpin Lagi HNSI Batang, Teguh Tarmujo Soroti Sengkarut Tambat Labuh dan SedimentasiImbas Konflik Timur Tengah, Harga Kedelai Tembus Rp 11.000, Perajin Tahu Tempe Kendal Menjerit
“Hari ini kita mencanangkan Desa Cantik di tiga kelurahan yang berpusat di Kecamatan Pekalongan Selatan. Harapannya, pendataan bisa lebih menyeluruh, baik sektor ekonomi, kesehatan, maupun pendidikan,” ujar Balgis usai acara pencanangan di Kantor Kecamatan Pekalongan Selatan, Senin (13/4/2026).
Aparatur Kelurahan Sebagai Ujung Tombak
Menurut Balgis, keunggulan utama dari program Desa Cantik adalah pelibatan langsung aparatur kelurahan sebagai agen pendata. Pemahaman mendalam perangkat kelurahan terhadap kondisi wilayahnya diyakini akan menghasilkan data yang lebih valid dan sesuai dengan realita di lapangan.
“Kami optimistis, sinergi antara pemerintah daerah, BPS, dan masyarakat mampu mewujudkan tata kelola data yang unggul, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Sejalan dengan Rencana Pembangunan Nasional
Di kesempatan yang sama, Kepala BPS Kota Pekalongan, Hayu Wuranti, memaparkan bahwa program Desa Cantik sangat selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Desa dan kelurahan kini diposisikan sebagai ujung tombak pembangunan.
“Data yang berkualitas sangat menentukan keberhasilan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelas Hayu.
Kendati demikian, Hayu tak menampik adanya sejumlah tantangan di lapangan, seperti keterbatasan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan tingginya beban kerja para perangkat kelurahan. Oleh sebab itu, BPS akan turun tangan langsung memberikan pembinaan guna mengerek kapabilitas keahlian statistik di tingkat kelurahan.
Program pembinaan Desa Cantik 2026 ini dijadwalkan bergulir secara bertahap mulai April hingga Juli. Proses ini akan dilanjutkan dengan tahap monitoring dan evaluasi, serta diintegrasikan dengan pelaksanaan Sensus Ekonomi yang berjalan hingga Agustus 2026.
