RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Tren penggunaan kendaraan listrik pada arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah atau tahun 2026 mengalami lonjakan yang signifikan. Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang berlokasi di Rest Area KM 379 A Tol Trans Jawa, Kabupaten Batang, muncul sebagai titik primadona bagi para pemudik.
Berdasarkan data resmi dari PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pekalongan, fasilitas SPKLU di Rest Area (TRAVOY) KM 379 A ini mencatatkan performa paling tinggi jika dikomparasikan dengan 13 titik pengisian daya lainnya di wilayah teritorial Pekalongan dan sekitarnya.
Sepanjang periode Maret 2026, lokasi strategis ini membukukan rekor 1.179 transaksi pengisian daya. Total konsumsi daya listrik menembus angka 37.232 kiloWatt hour (kWh) dengan akumulasi pendapatan mencapai Rp101.028.438. Capaian fantastis tersebut mengukuhkan rest area KM 379 A sebagai kontributor terbesar performa SPKLU di wilayah tersebut.
Baca Juga:Siaga Ancaman El Nino Godzilla, Polres Kendal Perkuat Mitigasi Karhutla Jelang KemarauJaring Bibit Atlet, 20 Tim Pelajar Berlaga di Kompetisi Sepak Bola Sinangohprendeng Cup Pekalongan
Manajer PLN UP3 Pekalongan, Hendra Irawan, menilai tingginya intensitas pengisian daya di KM 379 A menjadi indikator kuat bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap keandalan kendaraan listrik semakin menguat.
“Rest Area KM 379 A menjadi titik favorit pemudik kendaraan listrik selama periode Idul Fitri tahun ini. Lonjakan transaksi yang terjadi menunjukkan bahwa masyarakat kini semakin nyaman menggunakan kendaraan listrik untuk perjalanan jarak jauh,” kata Hendra Irawan dalam keterangan resminya.
Komitmen Keandalan Infrastruktur PLN
Lebih lanjut, Hendra menegaskan bahwa PLN secara berkelanjutan terus memantau dan menjamin keandalan fungsi infrastruktur SPKLU, terutama pada titik-titik krusial di sepanjang jalur mudik Trans Jawa. Keberadaan fasilitas yang siaga ini memberikan rasa aman bagi pengemudi yang menempuh perjalanan ratusan kilometer.
“Kami berkomitmen menjaga keandalan pasokan listrik dan kesiapan SPKLU, khususnya di jalur Trans Jawa, agar para pengguna kendaraan listrik dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman,” tuturnya menambahkan.
Sebagai perbandingan statistik, sejumlah titik singgah lain di ruas Tol Trans Jawa juga mencatatkan aktivitas pengisian yang cukup padat, kendati belum mampu menyaingi dominasi KM 379 A. Tercatat, SPKLU di Rest Area KM 360 B ruas Semarang–Batang menorehkan 679 transaksi, disusul oleh SPKLU Rest Area 338A UFC dengan angka 550 transaksi.
