Siaga Ancaman El Nino Godzilla, Polres Kendal Perkuat Mitigasi Karhutla Jelang Kemarau

Siaga Ancaman El Nino Godzilla, Polres Kendal Perkuat Mitigasi Karhutla Jelang Kemarau
ABDUL GHOFUR RAKOR DARING - Jajaran Polres Kendal mengikuti rakor daring bersama Wakapolri di Aula Tribrata, Selasa (14/4/2026), membahas kesiapsiagaan menghadapi ancaman El Nino ekstrem dan karhutla.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kendal bergerak cepat mengantisipasi ancaman fenomena El Nino ekstrem atau yang kerap disebut El Nino “Godzilla”. Fenomena iklim ini diwaspadai karena berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara masif pada musim kemarau mendatang.

Kesiapsiagaan tersebut dimatangkan melalui rapat koordinasi nasional secara daring yang dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Pol Dedi Prasetyo, pada Selasa (14/4/2026). Rapat yang digelar di Aula Tribrata Polres Kendal ini turut dihadiri jajaran pejabat utama dan instansi terkait di daerah.

Dalam arahannya, Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menginstruksikan seluruh jajaran kewilayahan untuk memperkuat langkah mitigasi sejak dini.

Baca Juga:Jaring Bibit Atlet, 20 Tim Pelajar Berlaga di Kompetisi Sepak Bola Sinangohprendeng Cup PekalonganKabar Gembira! Pemkot Pekalongan Hapus Denda PBB Spesial HUT ke-120

“Setiap daerah harus menyiapkan langkah mitigasi sejak dini. Optimalkan sarana prasarana yang ada, termasuk pemanfaatan CCTV dan dukungan alutsista Polri dalam penanganan karhutla,” tegas Dedi di hadapan para peserta rapat.

Wakapolri juga menggarisbawahi urgensi kolaborasi lintas sektoral yang melibatkan kementerian, pemerintah daerah, relawan, hingga akademisi. Sebagai langkah taktis, Polri akan segera membentuk command center terpadu yang terhubung dari Markas Besar (Mabes) hingga tingkat daerah guna mempercepat respons penanganan di lapangan.

Ancaman Puncak Kemarau dan Dampak Ekonomi

Perwakilan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Gusyanto, memaparkan bahwa El Nino “Godzilla” merujuk pada kondisi cuaca ekstrem akibat anomali pemanasan suhu di Samudra Pasifik, mengulang fenomena serupa yang pernah terjadi pada 2015 silam.

“Puncak kemarau diprediksi terjadi Agustus hingga September. Dampaknya tidak hanya lingkungan, tetapi juga ekonomi, termasuk potensi kenaikan harga beras hingga 15 persen,” papar Gusyanto memperingatkan efek ganda fenomena tersebut.

Dari kacamata ekologi, perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup, Irjen Pol Rizal Irawan, menegaskan bahwa pengendalian karhutla saat ini telah menjadi prioritas nasional. Berdasarkan data kementerian, hingga awal tahun 2026, luas area yang terdampak karhutla di sejumlah wilayah rawan telah melampaui angka 32 ribu hektare.

Kesiapan Wilayah Kendal

Merespons instruksi dari pusat, Kepala Bagian (Kabag) Sumber Daya Manusia (SDM) Polres Kendal, Kompol Ryke Rhimadhila, memastikan jajarannya siap mengeksekusi arahan pimpinan dengan meningkatkan kesiapsiagaan personel di tingkat daerah.

0 Komentar