Harga Biji Plastik Meroket 100 Persen Akibat Konflik Geopolitik, Pengusaha Menjerit

Harga Biji Plastik Meroket 100 Persen Akibat Konflik Geopolitik, Pengusaha Menjerit
M. DHIA THUFAIL BERI KETERANGAN - Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza saat dimintai keterangan awak media di KEK Industropolis Batang.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Kenaikan harga bahan baku biji plastik yang mencapai 100 persen dalam sebulan terakhir memicu kecemasan mendalam di kalangan pelaku industri. Merespons situasi ini, pemerintah memastikan ketersediaan pasokan tetap aman, namun para pengusaha mendesak adanya langkah konkret untuk segera meredam lonjakan harga.

Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin), Faisol Riza, menjelaskan bahwa lonjakan ekstrem harga biji plastik ini merupakan imbas langsung dari dinamika global, khususnya eskalasi konflik geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.

“Saat ini bahan baku yakni biji plastik mengalami kenaikan, salah satunya karena pengaruh konflik geopolitik. Sementara Indonesia masih mengimpor bahan baku tersebut,” ujar Faisol usai menghadiri agenda peresmian pabrik PT Elecmetal Longteng Indonesia di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Rabu, 15 April 2026.

Baca Juga:Asyik Nongkrong Saat Jam Belajar, Puluhan Pelajar SMA Terjaring Razia Satpol PP di PetungkriyonoMenggemaskan! Puluhan Anak TK Serbu Guest House, Bunda PAUD Pekalongan Ajarkan Adab Bertamu

Kendati tren harga pasar global tengah terkerek tajam, Faisol menggaransi bahwa rantai pasok bahan baku untuk kebutuhan industri manufaktur, termasuk sektor plastik di dalam negeri, tidak akan terganggu.

“Yang pasti pemerintah memastikan kebutuhan bahan baku industri manufaktur dan plastik tetap terjamin,” tegasnya.

Ancaman Pemangkasan Produksi dan Daya Beli

Di pihak lain, kalangan pelaku usaha mengaku mulai tertekan oleh situasi ini. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah, Frans Kongi, menilai lompatan harga yang terjadi dalam waktu yang sangat singkat ini sangat membebani biaya produksi pabrik.

“Ini gila-gilaan, harga bahan baku plastik naik sampai 100 persen dalam hampir satu bulan ini,” tutur Frans.

Menurut Frans, kendati situasi saat ini belum sepenuhnya melumpuhkan denyut industri, potensi krisis yang lebih serius sudah membayangi jika lonjakan dibiarkan berlarut-larut tanpa intervensi.

“Memang belum langsung mencekik, tapi kalau terus dibiarkan dampaknya akan semakin buruk,” jelasnya.

Frans mengungkapkan, efek berantai dari tingginya harga bahan baku ini sudah mulai terlihat di lapangan. Sejumlah pabrikan terpaksa mengambil langkah efisiensi dengan memangkas kapasitas produksi mereka.

Baca Juga:Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, Pemkab Pekalongan Siapkan Sosialisasi Masif ke Pelaku UsahaCegah Tawuran, Polres Pekalongan Kota Rangkul Gen Z Lewat Turnamen Mobile Legends, Tim Difabel Tampil Memukau

Lebih jauh, ia memperingatkan bahwa beban biaya produksi yang membengkak ini pada akhirnya niscaya akan dilimpahkan kepada konsumen akhir. Tidak menutup kemungkinan harga produk berbahan dasar plastik di pasaran akan ikut melonjak hingga dua kali lipat.

0 Komentar