Tinggalkan Cara Lama! Petani Pagerdawung Kendal Diajak Melek Teknologi Pertanian Modern, Panen Makin Cuan

Tinggalkan Cara Lama! Petani Pagerdawung Kendal Diajak Melek Teknologi Pertanian Modern, Panen Makin Cuan
ABDUL GHOFUR PENYULUHAN - Suasana penyuluhan pertanian di desa Pagerdawung, Kecamatan Ringinarum, Rabu (15/4/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Angin segar berhembus bagi para pahlawan pangan di Kabupaten Kendal! Era bertani dengan cara tradisional kini mulai ditinggalkan demi meraup panen yang lebih melimpah dan menguntungkan.

Merespons tantangan zaman, Pemerintah Desa Pagerdawung, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal, menggelar gebrakan penyuluhan pertanian super edukatif pada Rabu (15/4/2026). Acara keren ini sukses menyedot antusiasme sejumlah Kelompok Tani (Poktan) pentolan, mulai dari Poktan Sebrumbun, Sejombor, Sekengkeng, hingga jajaran Badan Usaha Milik Desa (Bumdesa) Pagerdawung.

Tak main-main, acara ini langsung menghadirkan pakarnya, yakni Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Ringinarum, Bahrul Ulum.

Baca Juga:Modernisasi Pertanian Kendal: Petani Gondoharum Tinggalkan Krombong, Beralih ke Gerobak AngkongAsyik Nongkrong Saat Jam Belajar, Puluhan Pelajar SMA Terjaring Razia Satpol PP di Petungkriyono

Di hadapan para petani, Bahrul membongkar rahasia pengelolaan pertanian modern, jurus jitu memberangus hama dan penyakit tanaman, hingga cara cerdas memanfaatkan teknologi pertanian kekinian di tingkat desa. Suasana pun langsung hidup lewat sesi diskusi tanya-jawab yang sangat interaktif.

Kepala Desa Pagerdawung, Wahyu Ariyanto, menegaskan bahwa penyuluhan ini bukanlah sekadar formalitas, melainkan langkah strategis desa untuk mendongkrak produktivitas panen warganya. Menurutnya, petani zaman now wajib dibekali skill mumpuni agar tak kaget menghadapi anomali iklim dan disrupsi teknologi.

“Melalui penyuluhan ini, kami berharap petani mendapatkan solusi konkret atas permasalahan yang dihadapi, sekaligus mampu mengadopsi inovasi pertanian yang lebih efektif dan efisien,” ujar Wahyu dengan penuh optimisme.

Jangan Takut Coba Teknologi Baru!

Di sisi lain, Bahrul Ulum mewanti-wanti para petani agar tidak alergi terhadap kemajuan zaman. Ia mendorong para penggarap sawah untuk berani menjajal teknologi baru, asalkan tetap dikalibrasi dengan kondisi lahan masing-masing.

“Sinergi antara petani, pemerintah desa, dan penyuluh menjadi kunci dalam meningkatkan hasil pertanian. Dengan kolaborasi yang baik, produktivitas dapat terus ditingkatkan,” kata Bahrul membakar semangat para peserta.

Gebrakan Pemdes Pagerdawung ini langsung disambut semringah oleh para petani. Mereka mengaku sangat terbukakan wawasannya dan mendesak agar agenda ‘kopi darat’ penuh ilmu ini bisa dirutinkan.

Ke depannya, Pemerintah Desa Pagerdawung menaruh harapan besar agar kelompok tani dan Bumdesa bisa bersinergi lebih liar lagi dalam menggarap sektor pertanian, demi mewujudkan lumbung pangan desa yang menyejahterakan warganya! (fur)

0 Komentar