Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, menuturkan bahwa eksistensi koperasi desa merupakan senjata utama pemerintah daerah untuk memangkas ketergantungan desa terhadap dana transfer dari pemerintah pusat.
“Kita ingin desa punya kekuatan ekonomi sendiri. Koperasi ini harus menjadi motor penggerak yang mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat,” tegas Faiz.
Bupati menilai koperasi desa tidak boleh hanya mandek sebagai unit usaha pasif, melainkan harus bertransformasi menjadi pusat inkubasi ekonomi masyarakat—mencakup sektor perdagangan, kelancaran distribusi logistik, hingga eskalasi produk-produk lokal.
Baca Juga:Usut Video Asusila Viral di Batang, Polisi Bidik Unsur Kesengajaan dan Jual Beli KontenKasus Bondo Deso Nolokerto Memanas, Ratusan Warga Demo Pemkab Kendal Desak Pencopotan Kades
Guna menunjang visi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang juga bersiap memberikan injeksi pada sektor Sumber Daya Manusia (SDM). Para pengelola koperasi akan diberikan pelatihan teknis komprehensif yang memuat kurikulum manajemen usaha, strategi pemasaran digital, hingga tata kelola manajerial yang profesional. (fel)
