Genjot Ekonomi Desa, Puluhan Armada Koperasi Merah Putih Batang Dibagikan Jelang Peresmian Presiden

Genjot Ekonomi Desa, Puluhan Armada Koperasi Merah Putih Batang Dibagikan Jelang Peresmian Presiden
M. DHIA THUFAIL PENYERAHAN ARMADA - Bupati Batang M. Faiz Kurniawan bersama Dandim 0736 Batang Letkol Inf. Andhika Baroto Chrishastantyo saat menyerahkan armada Koperasi Desa Merah Putih secara simbolis di halaman Pendopo Kabupaten Batang.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Fasilitas operasional pendukung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mulai didistribusikan kepada masyarakat. Penyerahan bantuan yang mencakup armada angkut logistik hingga infrastruktur gerai tersebut dilangsungkan di halaman Pendopo Kabupaten Batang pada Kamis, 23 April 2026.

Langkah taktis ini dieksekusi sebagai bagian dari strategi daerah dalam mempercepat target kemandirian ekonomi tingkat desa yang bertumpu pada sirkulasi koperasi.

Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0736/Batang, Letnan Kolonel Infanteri Andhika Baroto Chrishastantyo, mengungkapkan progres pembangunan koperasi desa menunjukkan tren yang amat positif. Dari total proyeksi 158 unit koperasi, sebanyak 72 unit telah rampung dibangun dan siap memasuki fase operasional secara bertahap.

Baca Juga:Usut Video Asusila Viral di Batang, Polisi Bidik Unsur Kesengajaan dan Jual Beli KontenKasus Bondo Deso Nolokerto Memanas, Ratusan Warga Demo Pemkab Kendal Desak Pencopotan Kades

“Untuk mendukung operasional di lapangan, kami telah mendistribusikan 37 unit truk untuk 37 desa, kemudian 178 unit kendaraan roda tiga di 88 titik, serta satu unit mobil pickup roda empat,” kata Andhika memaparkan rincian distribusi armada.

Deretan kendaraan tersebut difungsikan sebagai tulang punggung distribusi logistik koperasi. Armada ini akan melayani mobilisasi hasil pertanian, pasokan barang kebutuhan gerai, hingga sistem antar-jemput barang bagi warga desa.

“Dengan dukungan kendaraan ini, koperasi tidak hanya jadi tempat jual beli, tetapi juga menjadi pusat distribusi ekonomi desa,” ujarnya menegaskan fungsionalitas armada.

Selain sarana transportasi, kelengkapan infrastruktur gerai juga terus dikebut. Saat ini, 60 gerai fisik koperasi telah terpasang dan siap beroperasi, diiringi dengan pemasangan instalasi pendingin ruangan (AC) yang disesuaikan dengan kesiapan masing-masing lokasi.

Andhika menambahkan, sebanyak 11 unit koperasi ditargetkan dapat beroperasi perdana pada pertengahan Mei 2026. Belasan unit tersebut dijadwalkan akan diresmikan secara langsung oleh Presiden sebagai bagian integral dari program nasional 1.000 koperasi di seluruh Indonesia.

“Ini menjadi momentum penting, karena Batang ikut berkontribusi dalam gerakan nasional penguatan ekonomi berbasis koperasi,” ucapnya.

Kemandirian Ekonomi Melalui Porsi Saham Desa

Dari sisi tata kelola, skema kepemilikan KDMP dirancang untuk melibatkan pemerintah desa secara langsung dengan porsi kepemilikan saham sebesar 20 persen. Model bisnis ini diproyeksikan mampu menyuntikkan dampak ekonomi riil bagi kas pemerintah desa.

0 Komentar